
Dalam upaya memperketat aturan kewarganegaraan Finlandia, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan rencana mewajibkan sebagian besar pemohon naturalisasi untuk lulus tes berbasis komputer mengenai masyarakat, hukum, dan budaya sipil Finlandia mulai tahun 2027. Berdasarkan dokumen konsultasi yang dirilis pada 29 April, ujian ini akan diselenggarakan dalam dua bahasa resmi Finlandia, yaitu Finlandia dan Swedia, serta diadakan di pusat-pusat tes di seluruh negeri dan beberapa kedutaan terpilih di luar negeri. Materi pembelajaran akan disediakan secara gratis secara online, mengikuti model tes ‘Life in the UK’ di Inggris dan ‘Einbürgerungstest’ di Jerman. Kebijakan ini melengkapi reformasi yang sudah berlaku tahun ini, yang memperpanjang masa tinggal untuk kewarganegaraan dari lima menjadi delapan tahun dan menaikkan persyaratan bahasa ke level B1. Para pejabat berpendapat bahwa tes ini akan membantu pendatang baru memahami hak dan kewajiban mereka, mengurangi kesenjangan integrasi, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses naturalisasi. Konsultan imigrasi bisnis mencatat bahwa para ekspatriat dengan keahlian tinggi yang merencanakan penugasan jangka panjang kini perlu mengalokasikan waktu dan sumber daya tambahan untuk mempersiapkan ujian bahasa dan tes kewarganegaraan yang diusulkan. Perusahaan yang ingin mempertahankan staf kunci lebih dari lima tahun sebaiknya mulai merencanakan jadwal kelayakan dan mempertimbangkan untuk mensponsori kursus bahasa formal jauh sebelum tahun 2027. Parlemen diperkirakan akan membahas rancangan undang-undang ini pada awal 2027. Jika disahkan, Finlandia akan bergabung dengan daftar negara Uni Eropa yang terus bertambah—termasuk Estonia, Belanda, dan Denmark—yang mengaitkan kewarganegaraan dengan pemahaman yang terbukti tentang nilai-nilai nasional.
Sumber: Envoy Global