
Kementerian Dalam Negeri diam-diam telah memindahkan lebih dari 150 pencari suaka dari Bell Hotel di Epping, Essex, dan memberi tahu dewan lokal bahwa kontrak akomodasi akan berakhir pada 11 Juli. Penginapan bergaya Victoria ini menjadi titik panas protes anti-imigran tahun lalu setelah seorang penghuni asal Ethiopia melakukan pelecehan seksual terhadap seorang remaja perempuan dan seorang wanita. Insiden ini dengan cepat dimanfaatkan oleh kelompok sayap kanan, yang demonstrasinya di luar gedung berubah menjadi bentrokan dengan polisi selama musim panas. Lebih dari 40 orang ditangkap dan dua petugas keamanan terluka dalam serangan bermotif rasial. Menurut Dewan Distrik Epping Forest, Kementerian Dalam Negeri menyatakan penutupan ini didorong oleh kekhawatiran mendesak terkait keselamatan kebakaran, meskipun pejabat menolak menjelaskan apakah hotel akan digunakan kembali setelah perbaikan selesai. Para aktivis lokal yang menentang aksi sayap kanan khawatir pengumuman mendadak ini akan membuat kembalinya hotel secara politik tidak mungkin dan bisa memaksa pencari suaka ditempatkan di lokasi yang lebih terpencil dan “sederhana” seperti bekas barak militer. Penarikan ini merupakan bagian dari janji pemerintah untuk mengakhiri penggunaan hotel sebagai tempat penampungan pencari suaka. Para menteri mengatakan bahwa menempatkan migran di bekas lokasi MOD dan kapal tongkang berskala besar akan mengurangi kedatangan ilegal dan memotong biaya hotel tahunan sebesar £1,9 miliar. Namun, lembaga amal berpendapat bahwa penyebaran ke lokasi terpencil akan memperparah masalah kesehatan mental, membatasi akses hukum, dan memindahkan beban biaya ke otoritas lokal yang sudah kewalahan. Bagi perusahaan yang memindahkan staf ke Inggris dalam waktu singkat, kejadian ini menegaskan betapa tidak stabilnya situasi terkait akomodasi pencari suaka dan hubungan komunitas. Kebijakan tanggung jawab harus mengantisipasi reaksi lokal, dan manajer perjalanan mungkin perlu meninjau ulang opsi akomodasi saat memesan penginapan korporat jangka panjang di dekat lokasi sensitif. Tim HR juga harus waspada terhadap risiko reputasi akibat staf yang memposting di media sosial tentang protes di dekat lokasi klien.
Sumber: The Guardian
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Inggris.Lebih Banyak Dari Inggris
Lihat semua
Pemeriksaan Biometrik Perbatasan UE Sebabkan Antrian Berjam-jam bagi Wisatawan dan Pelaku Bisnis dari Inggris
Angela Rayner mengecam rencana memperpanjang masa tunggu bagi pekerja migran di sektor perawatan