
Dalam sebuah pengumuman tertanggal 12 Juni yang baru dipublikasikan pekan ini, Kementerian Dalam Negeri India telah meningkatkan status e-Tourist Visa 30 hari yang populer menjadi ‘Multiple Entry’. Portal perdagangan perjalanan Body & Soul International menyoroti perubahan ini pada 16 Juni, menyebutnya sebagai “visa kunjungan singkat paling fleksibel yang pernah ditawarkan India”. Sebelumnya, pemegang visa hanya diperbolehkan dua kali masuk—menjadi kendala bagi kelompok insentif korporat yang menggabungkan perjalanan ke India dengan kunjungan ke Nepal, Bhutan, atau Maladewa. Aturan baru ini memungkinkan pelancong keluar dan masuk kembali ke India sebanyak yang mereka mau dalam masa berlaku 30 hari, asalkan masuk pertama dilakukan dalam waktu empat bulan sejak persetujuan visa. Bagi perusahaan multinasional yang menggelar program penghargaan regional, perubahan ini berarti rute perjalanan bisa dimulai di Delhi, dilanjutkan ke negara tetangga untuk pengalaman di dataran tinggi, dan diakhiri dengan acara besar di Goa tanpa harus mengajukan visa baru. Perusahaan pengelola destinasi sudah mulai merancang rute multi-negara untuk klien di bidang farmasi dan otomotif yang sebelumnya menunda pertemuan di Asia Selatan karena rumitnya proses visa. Perubahan ini juga sejalan dengan rencana India untuk mengintegrasikan pemberitahuan status e-Visa ke WhatsApp akhir tahun ini, menjanjikan notifikasi hampir real-time bagi tenaga kerja mobile yang besar. Pemohon masih membayar US$25 pada musim sepi April–Juni atau US$40 di luar periode tersebut—jauh lebih murah dibandingkan mengajukan beberapa visa masuk tunggal.