
Mulai 20 Juni 2026, para pelancong yang meninggalkan Thailand harus menghadapi kenaikan harga tiket akibat diberlakukannya biaya layanan penumpang baru sebesar 1.120 baht (sekitar A$46) untuk semua keberangkatan internasional di enam bandara utama, termasuk Bangkok Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket. Peraturan Modernisasi Biaya yang disetujui tahun lalu ini menggantikan tarif sebelumnya sebesar 730 baht dan mengarahkan pendapatan ke ekspansi terminal, gerbang biometrik, dan sistem bagasi senilai miliaran dolar.
Bagi warga Australia—yang merupakan pasar sumber kelima terbesar Thailand—kenaikan ini berarti peningkatan biaya bandara sebesar 53 persen secara langsung. Sebuah keluarga beranggotakan empat orang yang berlibur di Phuket kini harus membayar tambahan sekitar A$184 untuk pajak tiket pesawat secara keseluruhan. Manajer perjalanan korporat dengan kantor regional di Bangkok kepada SBS Radio menyatakan mereka memperkirakan anggaran tahunan akan naik 2-3 persen; beberapa perusahaan bahkan memindahkan pertemuan jarak pendek ke Kuala Lumpur atau Singapura untuk mengurangi biaya.
Pejabat Thailand berargumen bahwa infrastruktur yang ditingkatkan akan mengurangi kemacetan imigrasi kronis yang sering terjadi saat musim puncak keberangkatan, dengan perkiraan penghematan waktu 20 menit per penumpang setelah gerbang elektronik (e-Gates) sepenuhnya diterapkan pada 2028. Maskapai melaporkan gangguan pemesanan yang minimal sejauh ini karena biaya tambahan ini sudah otomatis termasuk dalam tiket, sehingga menghindari pembayaran di bandara yang sering mengejutkan penumpang.
Program frequent-flyer merespons dengan promosi: Qantas memperpanjang penawaran kredit status ganda untuk penerbangan Sydney–Bangkok yang dipesan sebelum 30 Juni, sementara Jetstar menanggung sebagian biaya tambahan untuk penerbangan charter dari Gold Coast hingga Agustus. Asuransi perjalanan menyarankan untuk meninjau batas polis, karena biaya tambahan yang lebih tinggi mendorong beberapa tarif pulang-pergi melewati batas premi.
Kantor Austrade di Bangkok merekomendasikan eksportir Australia untuk memasukkan biaya baru ini dalam perkiraan pengeluaran perjalanan dan memantau konsultasi mendatang dari AOT (Airports of Thailand) terkait kemungkinan perbedaan tarif musiman. Taskforce Asia Tenggara dari Business Council of Australia mencatat bahwa meskipun ada biaya tambahan ini, total biaya di Thailand masih lebih rendah dibandingkan dengan tarif setara di Changi sebesar S$62, sehingga tetap menjaga daya saing untuk acara MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions).
Bagi warga Australia—yang merupakan pasar sumber kelima terbesar Thailand—kenaikan ini berarti peningkatan biaya bandara sebesar 53 persen secara langsung. Sebuah keluarga beranggotakan empat orang yang berlibur di Phuket kini harus membayar tambahan sekitar A$184 untuk pajak tiket pesawat secara keseluruhan. Manajer perjalanan korporat dengan kantor regional di Bangkok kepada SBS Radio menyatakan mereka memperkirakan anggaran tahunan akan naik 2-3 persen; beberapa perusahaan bahkan memindahkan pertemuan jarak pendek ke Kuala Lumpur atau Singapura untuk mengurangi biaya.
Pejabat Thailand berargumen bahwa infrastruktur yang ditingkatkan akan mengurangi kemacetan imigrasi kronis yang sering terjadi saat musim puncak keberangkatan, dengan perkiraan penghematan waktu 20 menit per penumpang setelah gerbang elektronik (e-Gates) sepenuhnya diterapkan pada 2028. Maskapai melaporkan gangguan pemesanan yang minimal sejauh ini karena biaya tambahan ini sudah otomatis termasuk dalam tiket, sehingga menghindari pembayaran di bandara yang sering mengejutkan penumpang.
Program frequent-flyer merespons dengan promosi: Qantas memperpanjang penawaran kredit status ganda untuk penerbangan Sydney–Bangkok yang dipesan sebelum 30 Juni, sementara Jetstar menanggung sebagian biaya tambahan untuk penerbangan charter dari Gold Coast hingga Agustus. Asuransi perjalanan menyarankan untuk meninjau batas polis, karena biaya tambahan yang lebih tinggi mendorong beberapa tarif pulang-pergi melewati batas premi.
Kantor Austrade di Bangkok merekomendasikan eksportir Australia untuk memasukkan biaya baru ini dalam perkiraan pengeluaran perjalanan dan memantau konsultasi mendatang dari AOT (Airports of Thailand) terkait kemungkinan perbedaan tarif musiman. Taskforce Asia Tenggara dari Business Council of Australia mencatat bahwa meskipun ada biaya tambahan ini, total biaya di Thailand masih lebih rendah dibandingkan dengan tarif setara di Changi sebesar S$62, sehingga tetap menjaga daya saing untuk acara MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions).
Sumber: The Straits Times
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Australia.Lebih Banyak Dari Australia
Lihat semua
China Eastern resmi meluncurkan layanan langsung Shanghai–Adelaide, menghubungkan Australia Selatan dengan daratan utama China.
Hari Pengungsi Sedunia 2026: Australia Rayakan Pencapaian Satu Juta Pengungsi yang Telah Direlokasi