
Dalam pembaruan situs web yang tenang namun dinantikan pada 23 Juni 2026, kedutaan besar India di seluruh dunia mengonfirmasi bahwa pemerintah telah mengaktifkan kembali semua kategori visa turis jangka panjang yang sempat ditangguhkan saat puncak pandemi Covid-19. Langkah ini menyelesaikan normalisasi bertahap yang dimulai dengan visa e-Tourist kunjungan singkat pada akhir 2024. Poin-poin penting dari pemulihan ini meliputi: 1) reaktivasi visa kertas sepuluh tahun yang sebelumnya diterbitkan dan masih berlaku; 2) dimulainya kembali penerbitan visa kertas jangka panjang di konsulat India; dan 3) ketersediaan visa e-Tourist satu bulan, satu tahun, dan lima tahun melalui portal online untuk kewarganegaraan yang memenuhi syarat. Pemegang visa yang dipulihkan dapat langsung masuk ke India tanpa perlu cap ulang. Pelaku pariwisata menyatakan keputusan ini menutup celah terakhir dalam kebijakan masuk India dan memberikan kepercayaan kepada agen perjalanan untuk memasarkan paket liburan musim dingin ke Eropa dan Amerika Utara. Waktu pengumuman ini sangat penting: kedatangan wisatawan asing pada April masih 14 persen di bawah level sebelum pandemi, sementara pesaing seperti Vietnam dan Malaysia telah meluncurkan kebijakan bebas visa yang agresif. Bagi perusahaan multinasional, manfaat utamanya adalah fleksibilitas. Keluarga ekspatriat yang berbasis di Asia kini bisa melakukan perjalanan rekreasi spontan ke India tanpa khawatir soal dokumen masuk satu kali, sementara penyelenggara konferensi dapat memastikan acara dengan jaminan bahwa delegasi bisa mendapatkan visa elektronik multi-masuk lima tahun. Pengacara imigrasi mengingatkan bahwa semua pelancong tetap harus mengisi deklarasi Air Suvidha dan pelanggaran masa tinggal berlebih akan dikenai denda berat sesuai Peraturan Orang Asing India yang telah diperbarui. Meski begitu, pemulihan ini menandai langkah terakhir dalam membuka kembali pasar perjalanan berkembang terbesar kedua di dunia.