
Salinan awal Buletin Visa AS Juli 2026, yang dianalisis oleh pengacara imigrasi Michael Gurfinkel dan diterbitkan pada 21 Juni, mengonfirmasi bahwa kategori Preferensi Pertama Berbasis Pekerjaan (EB-1) untuk India akan mundur satu tahun penuh, menjadi 1 Juli 2022. Batas waktu Preferensi Kedua Berbasis Pekerjaan (EB-2) tetap beku pada 15 April 2012, sementara EB-3 maju tiga bulan menjadi 1 Januari 2014.
Bagi warga India yang sudah berada di AS dengan status H-1B atau L-1, perubahan ini berarti pengajuan penyesuaian I-485 baru di EB-1 tidak akan memungkinkan sampai buletin berikutnya menggeser tanggal maju lagi. Mereka yang tanggal prioritasnya sudah berlaku pada Mei atau Juni tetapi belum mengajukan harus melakukannya sebelum 30 Juni 2026 atau kehilangan kesempatan tersebut.
Manajer mobilitas korporat harus segera memeriksa jalur green card, memprioritaskan pemeriksaan medis, dan menghubungi tanggungan di luar negeri yang berencana memproses visa melalui konsulat. Perusahaan multinasional yang berbasis di India dan merencanakan penugasan ke AS akan merasakan dampaknya: banyak manajer yang biasanya memenuhi syarat untuk petisi manajer multinasional EB-1 kini harus menunggu lebih dari empat tahun. Perusahaan mungkin perlu memperpanjang visa H-1B atau L-1, yang akan menimbulkan biaya tambahan terkait kewajiban upah dan kepatuhan. Beberapa pemberi kerja sedang mempertimbangkan transfer melalui Canada Global Skills Strategy sebagai solusi sementara.
Buletin ini memberikan satu kabar baik: grafik Dates-for-Filing, yang mengatur kapan pelamar dapat mengajukan dokumen awal (namun belum menerima green card), tetap tidak berubah, memungkinkan pengajuan awal EB-1 India untuk tanggal prioritas sebelum 1 Januari 2023. Namun, USCIS belum mengumumkan apakah akan menghormati grafik ini pada Juli; keputusan negatif akan menutup jalur administratif ini juga.
Bagi warga India yang sudah berada di AS dengan status H-1B atau L-1, perubahan ini berarti pengajuan penyesuaian I-485 baru di EB-1 tidak akan memungkinkan sampai buletin berikutnya menggeser tanggal maju lagi. Mereka yang tanggal prioritasnya sudah berlaku pada Mei atau Juni tetapi belum mengajukan harus melakukannya sebelum 30 Juni 2026 atau kehilangan kesempatan tersebut.
Manajer mobilitas korporat harus segera memeriksa jalur green card, memprioritaskan pemeriksaan medis, dan menghubungi tanggungan di luar negeri yang berencana memproses visa melalui konsulat. Perusahaan multinasional yang berbasis di India dan merencanakan penugasan ke AS akan merasakan dampaknya: banyak manajer yang biasanya memenuhi syarat untuk petisi manajer multinasional EB-1 kini harus menunggu lebih dari empat tahun. Perusahaan mungkin perlu memperpanjang visa H-1B atau L-1, yang akan menimbulkan biaya tambahan terkait kewajiban upah dan kepatuhan. Beberapa pemberi kerja sedang mempertimbangkan transfer melalui Canada Global Skills Strategy sebagai solusi sementara.
Buletin ini memberikan satu kabar baik: grafik Dates-for-Filing, yang mengatur kapan pelamar dapat mengajukan dokumen awal (namun belum menerima green card), tetap tidak berubah, memungkinkan pengajuan awal EB-1 India untuk tanggal prioritas sebelum 1 Januari 2023. Namun, USCIS belum mengumumkan apakah akan menghormati grafik ini pada Juli; keputusan negatif akan menutup jalur administratif ini juga.
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.Lebih Banyak Dari India
Lihat semua
Manajemen Pergerakan VIP: PM Modi Tunda Keberangkatan untuk Menjaga Bandara Delhi dan Jalan Tol Tetap Lancar bagi 2,3 Juta Peserta Ujian NEET
IMD Keluarkan Peringatan Hujan Lebat Selama Seminggu: Maskapai Aktifkan Rencana Pengalihan Musim Monsun di Wilayah Utara dan Tengah India