
Dalam pemberitahuan yang diperbarui pada 24 Juni, Kantor Registrasi Regional Orang Asing (FRRO) India mengonfirmasi bahwa semua visa dan e-Visa yang dimiliki oleh warga negara asing yang tidak dapat berangkat karena pembatalan penerbangan terkait krisis keamanan di Asia Barat akan diperpanjang selama satu bulan tanpa biaya. Denda keterlambatan yang berlaku sejak 1 Mei 2026 secara otomatis dibebaskan setelah pengajuan permohonan. Kebijakan ini, yang pertama kali diperkenalkan pada awal Mei, kini telah diselaraskan di seluruh wilayah FRRO dan misi luar negeri. Para pelancong yang terdampak harus mengajukan permohonan secara online melalui portal FRRO atau mengunjungi ‘Pusat Fasilitasi Visa’ di bandara Delhi, Mumbai, Hyderabad, dan Kochi. Pemohon yang disetujui akan menerima persetujuan elektronik yang dapat ditunjukkan saat imigrasi keluar tanpa perlu stiker fisik. Operator tur menyambut baik kejelasan ini: sekitar 12.000 penumpang asal Israel dan Teluk yang terjebak setelah beberapa maskapai mengalihkan rute atau membatalkan penerbangan ke India. Perpanjangan ini juga membantu pengunjung bisnis yang terjebak di tengah proyek, beberapa di antaranya menghadapi denda tinggi sebesar US$300 per hari menurut aturan biasa. Namun, penasihat imigrasi mencatat bahwa pembebasan denda ini tidak berlaku bagi warga asing yang masuk India setelah 15 Juni. Mereka harus meninggalkan negara sesuai masa berlaku visa asli atau mengajukan perpanjangan biasa dengan biaya standar. FRRO menyarankan pemohon untuk melampirkan dokumen pendukung—seperti jadwal penerbangan yang dibatalkan atau pemberitahuan maskapai—untuk mempercepat persetujuan. Waktu proses saat ini adalah 48 jam, tetapi pejabat memperingatkan bahwa lonjakan permohonan dapat menyebabkan keterlambatan karena cuaca musim hujan yang terus mengganggu lalu lintas udara regional.