
Pada 25 Juni, Biro Keamanan Penerbangan Sipil (BCAS) menerbitkan kompendium terbaru berisi tips perjalanan udara di Portal Nasional India, menggantikan panduan tahun 2019. Dokumen ini merangkum aturan terkait membawa power bank (hanya diperbolehkan di bagasi kabin), batasan terbaru untuk cairan (100 ml per wadah dalam kantong yang dapat ditutup kembali berkapasitas satu liter), serta ketentuan baru untuk perangkat elektronik kecil yang harus dikeluarkan dari bagasi tangan saat pemeriksaan.
Panduan ini dikeluarkan di tengah lonjakan lalu lintas musim panas yang memicu antrean pemeriksaan keamanan di bandara besar mencapai lebih dari 35 menit pada jam sibuk pagi hari. BCAS memperingatkan bahwa pelanggaran aturan power bank menjadi penyebab utama pemeriksaan ulang, mencapai 18% dari total pemeriksaan ulang pada kuartal terakhir.
Selain itu, agen ini mengingatkan bahwa beberapa bubuk Ayurvedic kini masuk kategori ‘bubuk terlarang’ jika melebihi 350 gram. Bagi manajer perjalanan korporat, panduan ini menjadi alat kepatuhan: maskapai kini berhak menolak penumpang yang menolak menggunakan kantong keamanan bersegel untuk cairan bebas bea yang dibeli saat transit. Perusahaan yang mengirim sampel atau produk demo juga harus memperhatikan bahwa alat seperti obeng torsi diklasifikasikan sebagai alat tumpul dan wajib dimasukkan ke bagasi terdaftar.
BCAS meminta bandara untuk menambah baki pemeriksaan sepatu dan menyediakan jalur khusus ‘express’ bagi penumpang yang hanya membawa tas laptop, meniru sistem TSA Pre✓ di AS. Jalur express ini akan mulai diuji coba di Terminal 2 Bandara Bengaluru bulan depan sebelum diterapkan secara nasional.
Meskipun dokumen ini bersifat panduan, bukan hukum, bandara diharapkan mengintegrasikan rekomendasi ini ke dalam Prosedur Operasi Standar mereka dalam 30 hari. Penumpang yang melanggar aturan dapat dikenai denda langsung hingga ₹10.000 berdasarkan Peraturan Pesawat Terbang (Keamanan) 2023.
Panduan ini dikeluarkan di tengah lonjakan lalu lintas musim panas yang memicu antrean pemeriksaan keamanan di bandara besar mencapai lebih dari 35 menit pada jam sibuk pagi hari. BCAS memperingatkan bahwa pelanggaran aturan power bank menjadi penyebab utama pemeriksaan ulang, mencapai 18% dari total pemeriksaan ulang pada kuartal terakhir.
Selain itu, agen ini mengingatkan bahwa beberapa bubuk Ayurvedic kini masuk kategori ‘bubuk terlarang’ jika melebihi 350 gram. Bagi manajer perjalanan korporat, panduan ini menjadi alat kepatuhan: maskapai kini berhak menolak penumpang yang menolak menggunakan kantong keamanan bersegel untuk cairan bebas bea yang dibeli saat transit. Perusahaan yang mengirim sampel atau produk demo juga harus memperhatikan bahwa alat seperti obeng torsi diklasifikasikan sebagai alat tumpul dan wajib dimasukkan ke bagasi terdaftar.
BCAS meminta bandara untuk menambah baki pemeriksaan sepatu dan menyediakan jalur khusus ‘express’ bagi penumpang yang hanya membawa tas laptop, meniru sistem TSA Pre✓ di AS. Jalur express ini akan mulai diuji coba di Terminal 2 Bandara Bengaluru bulan depan sebelum diterapkan secara nasional.
Meskipun dokumen ini bersifat panduan, bukan hukum, bandara diharapkan mengintegrasikan rekomendasi ini ke dalam Prosedur Operasi Standar mereka dalam 30 hari. Penumpang yang melanggar aturan dapat dikenai denda langsung hingga ₹10.000 berdasarkan Peraturan Pesawat Terbang (Keamanan) 2023.
Sumber: National Portal of India