1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. India
  4. /
  5. NITI Aayog Mendesak Visa-on-Arrival Multi-Masuk 90 Hari dan Persetujuan Hotel Satu Pintu

NITI Aayog Mendesak Visa-on-Arrival Multi-Masuk 90 Hari dan Persetujuan Hotel Satu Pintu

Jul 1, 2026
·
NITI Aayog Mendesak Visa-on-Arrival Multi-Masuk 90 Hari dan Persetujuan Hotel Satu Pintu
Badan pemikir kebijakan kuat India, NITI Aayog, telah merilis laporan sepanjang 240 halaman berjudul “Unlocking Growth in Tourism and Hospitality,” yang menjadi perubahan paling ambisius dalam aturan masuk negara dalam satu dekade terakhir. Laporan ini merekomendasikan Visa-on-Arrival (VoA) multiple entry selama 90 hari bagi pelancong dari pasar berisiko rendah tertentu dan penyederhanaan radikal kategori e-Visa India yang rumit menjadi lima kelas visa utama. Saat ini, matriks e-Visa memiliki lebih dari selusin sub-tipe—turis, bisnis, konferensi, medis jangka pendek, pendamping, dan lain-lain—masing-masing dengan biaya dan dokumen yang berbeda. NITI Aayog berpendapat bahwa kompleksitas ini menghambat kunjungan ulang dan memaksa pelancong bernilai tinggi menggunakan jasa konsultan visa. Sebaliknya, negara pesaing seperti Thailand dan Indonesia mengeluarkan satu VoA yang mencakup sebagian besar tujuan non-kerja. VoA India yang diusulkan akan berlaku selama tiga bulan, mengizinkan multiple entry, dan diproses dalam waktu kurang dari lima menit di bandara dan pelabuhan laut tertentu.

NITI Aayog Mendesak Visa-on-Arrival Multi-Masuk 90 Hari dan Persetujuan Hotel Satu Pintu


Di sisi pasokan, badan pemikir ini mengkritik apa yang disebutnya “kebuntuan tahap proyek” dalam pengembangan hotel. Inventaris kamar bermerek di India hanya sekitar 200 ribu—kurang dari 8% dari total kapasitas penginapan—karena biasanya dibutuhkan 36-48 bulan dan lebih dari 70 izin untuk membuka hotel. Laporan ini menganjurkan penghapusan persetujuan proyek oleh Kementerian Pariwisata, penggabungan izin minuman keras dan izin perdagangan kesehatan, serta pemindahan seluruh proses ke satu jendela digital yang secara otomatis menyetujui aplikasi jika tidak ada komentar dari departemen dalam 30 hari.

Bagi perusahaan dan manajer relokasi, rekomendasi ini, jika diadopsi, dapat memangkas waktu tunggu untuk penugasan masuk dan mengurangi biaya visa bagi pekerja jangka pendek. NITI Aayog juga mengusulkan Skema Pengembalian GST untuk Turis—penting untuk acara global dan perjalanan insentif—serta integrasi biometrik antara sistem visa dan platform pengenalan wajah Digi Yatra untuk keluar bandara tanpa hambatan. Proposal ini kini berada di tangan Kementerian Dalam Negeri dan Pariwisata, yang diperkirakan akan membentuk gugus tugas antar kementerian. Organisasi industri seperti FICCI dan WTTC menyambut baik cetak biru ini, namun mengingatkan bahwa jadwal pelaksanaan dan anggaran infrastruktur TI akan menentukan dampak nyata di lapangan.
Sumber: India Today

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×