
Kementerian Luar Negeri Jerman memperbarui saran perjalanan untuk Inggris pada 15 Juli 2026, menyoroti perubahan yang langsung berdampak pada sekolah dan operator tur Jerman. Mulai 1 Agustus 2026, Inggris tidak lagi menerima “Schülersammelliste” (paspor kolektif) dari Uni Eropa untuk perjalanan kelas; setiap peserta—termasuk siswa dari UE dan non-UE—harus memiliki paspor individu dan Izin Perjalanan Elektronik (ETA) atau visa yang berlaku. Pengangkut berisiko dikenai denda jika mengangkut penumpang tanpa ETA. Perubahan ini merupakan bagian dari penerapan bertahap rezim perbatasan digital pasca-Brexit oleh London. Sejak 2025, sebagian besar warga negara bebas visa, termasuk Jerman, diwajibkan mendapatkan ETA sebelum naik pesawat. Perluasan aturan ini ke kelompok sekolah terorganisir menutup pengecualian yang sebelumnya diberlakukan agar program studi bahasa tidak terganggu. Dampak praktis: operator tur Jerman kini harus mengumpulkan data biometrik paspor semua siswa jauh-jauh hari dan memastikan siswa dari negara ketiga memperoleh visa kunjungan, proses yang bisa memakan waktu hingga enam minggu saat musim puncak. Ketidakpatuhan dapat menyebabkan kelompok ditolak naik pesawat atau masuk, dengan konsekuensi finansial dan reputasi yang besar. Manajer mobilitas korporat perlu mencatat bahwa perubahan ini menjadi gambaran bagaimana Inggris akan memperlakukan pelancong kategori khusus lainnya, seperti delegasi perusahaan atau grup insentif yang selama ini mengandalkan kartu identitas. Pembaruan ini juga menegaskan tren yang lebih luas menuju pra-clearance elektronik, meniru sistem ETIAS Uni Eropa yang akan mulai melakukan penyaringan berbasis risiko terhadap warga Inggris pada 2027. Sekolah disarankan mendaftarkan pendamping dan siswa dalam “Krisenvorsorgeliste” Kementerian Luar Negeri, membawa bukti asuransi perjalanan komprehensif, dan memantau situs web Home Office Inggris untuk persyaratan teknis aplikasi ETA.
Sumber: German Federal Foreign Office