
Regulator penerbangan sipil Prancis, DGAC, menginstruksikan maskapai untuk mengurangi operasi pada Kamis malam di Bandara Paris-Orly sebesar 20% akibat badai petir hebat yang melanda wilayah tengah Prancis. Pemberitahuan yang dikeluarkan pada pukul 17:53 waktu setempat tanggal 16 Juli ini memperingatkan maskapai tentang kemungkinan penghentian layanan penanganan darat dan mewajibkan redistribusi penumpang terdampak sesuai aturan EU261. Meskipun Bandara Charles-de-Gaulle tidak diwajibkan melakukan pembatalan, DGAC memperkirakan akan terjadi keterlambatan lanjutan karena rotasi pesawat dan kru dimulai dari Orly. Air France, Transavia, dan easyJet sudah menawarkan opsi pemesanan ulang gratis untuk penerbangan domestik dan rute wisata populer seperti Orly–Toulouse dan Orly–Santorini. Instruksi ini bertepatan dengan lonjakan besar keberangkatan musim liburan musim panas Prancis; perusahaan manajemen perjalanan Carlson Wagonlit memperkirakan 18% penerbangan Orly pada Kamis malam adalah perjalanan bisnis, terutama ke Madrid, Milan, dan hub Afrika Utara. Pengusaha disarankan memantau batas tugas kru dan masa berlaku visa Schengen jika penumpang dialihkan melalui koneksi malam hari. Météo-France menetapkan delapan departemen, termasuk Val-de-Marne tempat Orly berada, dalam status siaga oranye karena angin kencang dan hujan es. Pengurangan penerbangan terkait badai petir semakin sering terjadi sejak DGAC menerapkan protokol keselamatan proaktif “CapOrage” pada April 2025, yang secara otomatis memotong slot penerbangan saat kepadatan petir melebihi 19 kilatan per menit dalam radius 30 km. Penumpang yang memesan untuk tanggal 16–17 Juli diharapkan menerima pemberitahuan maskapai melalui SMS. Alternatif transportasi darat terbatas: pemeliharaan SNCF sudah mengurangi kapasitas OrlyBus dan bus pengganti RER B. Perusahaan dengan pengiriman penting yang melewati zona kargo Orly mungkin menghadapi penundaan penanganan hingga Jumat siang.
Sumber: MarketScreener / Météo-France