
Sel 17 Juli, Sel Cyber-Kejahatan Panchkula di Haryana mengumumkan penangkapan seorang pelajar Zimbabwe pemegang visa pelajar dan seorang pemegang visa medis Nigeria atas dugaan penipuan terhadap seorang pejabat pemerintah pensiunan senilai ₹13,1 lakh (sekitar US$16.000) melalui skema investasi farmasi palsu. Penangkapan ini menyoroti fokus aparat penegak hukum yang semakin ketat terhadap kepatuhan visa setelah serangkaian kasus penipuan besar yang melibatkan warga negara asing. Penyidik menyatakan kedua tersangka membuka beberapa rekening bank lokal menggunakan dokumen pelajar dan medis yang sah, namun kemudian menggunakan rekening tersebut untuk mencuci dana korban. Kedua tersangka tidak menghadiri kelas atau janji medis selama minimal enam bulan, yang menunjukkan penyalahgunaan kategori visa. Polisi telah membekukan lima rekening dan bekerja sama dengan Biro Imigrasi untuk memeriksa kemungkinan overstay atau pelanggaran tujuan visa. Kasus ini terjadi beberapa hari setelah Polisi Barnala di Punjab menangkap seorang kepala desa atas skema penipuan visa pelajar senilai ₹36 lakh, menandakan bahwa aparat negara mengikuti arahan Kementerian Dalam Negeri untuk memberantas penipuan terkait visa. Bagi perusahaan yang mempekerjakan magang asing atau fasilitator wisata medis, insiden ini menegaskan pentingnya proses onboarding yang ketat dan pemantauan status visa secara berkelanjutan. Penasihat hukum memperingatkan bahwa pemilik properti dan pemberi kerja yang mengabaikan kewajiban pelaporan ke Kantor Registrasi Regional Orang Asing (FRRO) dapat dikenai denda hingga ₹10.000 per pelanggaran. Oleh karena itu, bisnis disarankan melakukan audit berkala terhadap dokumen penyewa dan karyawan, terutama di kota-kota Tier-2 di mana penegakan hukum semakin intensif. Secara lebih luas, penangkapan ini dapat mendukung dorongan pemerintah pusat untuk pelacakan keluar biometrik melalui pembaruan IVFRT 2.0 yang dijadwalkan diluncurkan pada Maret 2027, yang bertujuan mendeteksi secara real time warga asing yang tidak mematuhi ketentuan visa.
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.Lebih Banyak Dari India
Lihat semua
Pengadilan Tinggi Delhi Membatalkan Kontrak Outsourcing Paspor dan Visa, Memerintahkan Tender Global Baru
Pengadilan Tinggi Delhi Batalkan Tender Layanan Visa Outsourcing; Operasi VFS di Australia dan Singapura Ditangguhkan