
Mulai 22 Juli 2026, setiap warga negara India atau warga asing yang perlu memperbarui paspor India, mengurus visa India, atau melegalisasi dokumen di Uni Emirat Arab harus mengajukan permohonan melalui jaringan baru yang terdiri dari 16 Pusat Aplikasi Konsuler India (ICAC) yang dioperasikan oleh Al Hind Tours & Travels. Konsulat India di Dubai mengonfirmasi perubahan ini setelah kontrak BLS International dan SGIVS Global Services berakhir pada 30 Juni 2026. Peralihan ini menutup beberapa minggu sengketa hukum terkait tender outsourcing Kementerian Luar Negeri India (MEA). Pada 15 Juli, Pengadilan Tinggi Delhi membatalkan evaluasi teknis MEA dengan menyebutnya “sewenang-wenang”, dan pada 21 Juli Mahkamah Agung menolak untuk campur tangan. Namun, pengadilan tertinggi mengizinkan pengaturan sementara agar layanan tetap berjalan, membuka jalan bagi peluncuran awal Al Hind pada 22 Juli.
Bagi diaspora India yang berjumlah 3,5 juta di UEA, perubahan ini berarti prosedur baru, biaya layanan baru (AED 19 per aplikasi), dan portal janji temu online baru bernama Consular Seva di UEA. Lalu lintas konsuler sangat padat: misi Dubai saja memproses lebih dari 430.000 pembaruan paspor dan 710.000 permohonan visa atau legalisasi tahun lalu. Gangguan awal—seperti antrean di situs web atau daftar periksa dokumen yang belum familiar—bisa mengganggu rencana perjalanan para profesional India yang cuti singkat dan perusahaan di Teluk yang memindahkan staf antarnegara.
Al Hind menyatakan setiap ICAC akan buka lebih lama di malam hari dan menyediakan jalur “fast-track” untuk keadaan darurat medis. Mereka juga sedang menguji unit biometrik mobile untuk pekerja ladang minyak di Ruwais dan Pulau Das, Abu Dhabi, yang sulit mengakses pusat kota. Perusahaan yang mensponsori aplikasi massal disarankan untuk mendaftarkan ulang kredensial korporat jauh sebelum puncak musim perjalanan liburan yang dimulai September.
Kesimpulan praktis: manajer mobilitas harus memperbarui kebijakan perjalanan karyawan dengan alamat pusat baru, biaya, dan waktu proses; membatalkan janji yang masih tertunda di BLS/SGIVS; serta memantau tender ulang yang diwajibkan Mahkamah Agung (dijadwalkan Oktober) jika terjadi peralihan kedua tahun ini.
Bagi diaspora India yang berjumlah 3,5 juta di UEA, perubahan ini berarti prosedur baru, biaya layanan baru (AED 19 per aplikasi), dan portal janji temu online baru bernama Consular Seva di UEA. Lalu lintas konsuler sangat padat: misi Dubai saja memproses lebih dari 430.000 pembaruan paspor dan 710.000 permohonan visa atau legalisasi tahun lalu. Gangguan awal—seperti antrean di situs web atau daftar periksa dokumen yang belum familiar—bisa mengganggu rencana perjalanan para profesional India yang cuti singkat dan perusahaan di Teluk yang memindahkan staf antarnegara.
Al Hind menyatakan setiap ICAC akan buka lebih lama di malam hari dan menyediakan jalur “fast-track” untuk keadaan darurat medis. Mereka juga sedang menguji unit biometrik mobile untuk pekerja ladang minyak di Ruwais dan Pulau Das, Abu Dhabi, yang sulit mengakses pusat kota. Perusahaan yang mensponsori aplikasi massal disarankan untuk mendaftarkan ulang kredensial korporat jauh sebelum puncak musim perjalanan liburan yang dimulai September.
Kesimpulan praktis: manajer mobilitas harus memperbarui kebijakan perjalanan karyawan dengan alamat pusat baru, biaya, dan waktu proses; membatalkan janji yang masih tertunda di BLS/SGIVS; serta memantau tender ulang yang diwajibkan Mahkamah Agung (dijadwalkan Oktober) jika terjadi peralihan kedua tahun ini.
Sumber: Gulf News
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.Lebih Banyak Dari India
Lihat semua
Pusat Aplikasi Konsuler India Baru Dibuka di Seluruh UAE, Mempermudah Proses Paspor dan Visa yang Tertunda
Inggris Perbarui Saran Perjalanan ke India: Catatan e-OCI Baru, Skrining Ebola & Formulir Deklarasi Diri