
Otoritas Italia telah mengaktifkan kembali pemeriksaan perbatasan Schengen di perbatasan darat dengan Prancis mulai pukul 00.00 pada Jumat, 24 Juli hingga pukul 23.59 pada Minggu, 26 Juli. Langkah luar biasa ini—yang secara resmi diberitahukan kepada Komisi Eropa berdasarkan Pasal 25 Kode Perbatasan Schengen—dilakukan menjelang perayaan ulang tahun ke-10 Festival dell’Alta Felicità di Venaus (Lembah Susa). Layanan keamanan memperkirakan akan ada banyak aktivis anti-TAV (kereta cepat) yang berkumpul di wilayah tersebut, meningkatkan risiko aksi kekerasan terhadap lokasi konstruksi jalur Turin–Lyon.
Para pelancong yang melewati terowongan Fréjus dan Mont Blanc, Col de Montgenèvre, serta Col de Tende melaporkan adanya pemeriksaan acak dokumen identitas dan inspeksi bagasi oleh tim gabungan Carabinieri Italia dan Gendarmerie Prancis. Lalu lintas kendaraan berat juga dibatasi: Prefek Turin memperpanjang larangan kendaraan berat di atas 7,5 ton di jalan utama A32, SS24, dan SS25 pada Sabtu sore, memaksa operator logistik menjadwal ulang pengiriman antara Lyon, Grenoble, dan Turin.
Meskipun antrean pada Jumat pagi masih di bawah satu jam, petugas bea cukai Italia memperingatkan potensi kemacetan parah pada Sabtu malam saat pengunjung festival dan arus liburan bertemu. Penumpang kereta SNCF-Trenitalia TGV dan kereta regional kini harus siap menghadapi pemeriksaan identitas acak di dalam kereta serta di stasiun Bardonecchia dan Oulx.
Manajer mobilitas perusahaan disarankan untuk mengingatkan karyawan dan pengemudi agar selalu membawa paspor atau kartu identitas nasional, menyiapkan tambahan waktu 60–90 menit untuk perjalanan lintas batas, serta memeriksa aturan kabotase jika mengangkut barang melalui Italia akhir pekan ini. Perusahaan yang menggunakan carnet ATA jalur cepat atau fasilitasi AEO diingatkan bahwa penangguhan Schengen mengesampingkan prosedur yang disederhanakan—dokumen harus selalu dibawa.
Secara lebih luas, kejadian ini menegaskan tren: sejak 2024, jumlah pengecualian Schengen yang diminta oleh negara anggota hampir dua kali lipat, yang semakin mempersulit perencanaan perjalanan bisnis. Tim HR dan perjalanan disarankan untuk memantau pemberitahuan Uni Eropa setiap hari dan memperbarui alur persetujuan perjalanan agar mencakup peringatan pemeriksaan perbatasan mendadak.
Para pelancong yang melewati terowongan Fréjus dan Mont Blanc, Col de Montgenèvre, serta Col de Tende melaporkan adanya pemeriksaan acak dokumen identitas dan inspeksi bagasi oleh tim gabungan Carabinieri Italia dan Gendarmerie Prancis. Lalu lintas kendaraan berat juga dibatasi: Prefek Turin memperpanjang larangan kendaraan berat di atas 7,5 ton di jalan utama A32, SS24, dan SS25 pada Sabtu sore, memaksa operator logistik menjadwal ulang pengiriman antara Lyon, Grenoble, dan Turin.
Meskipun antrean pada Jumat pagi masih di bawah satu jam, petugas bea cukai Italia memperingatkan potensi kemacetan parah pada Sabtu malam saat pengunjung festival dan arus liburan bertemu. Penumpang kereta SNCF-Trenitalia TGV dan kereta regional kini harus siap menghadapi pemeriksaan identitas acak di dalam kereta serta di stasiun Bardonecchia dan Oulx.
Manajer mobilitas perusahaan disarankan untuk mengingatkan karyawan dan pengemudi agar selalu membawa paspor atau kartu identitas nasional, menyiapkan tambahan waktu 60–90 menit untuk perjalanan lintas batas, serta memeriksa aturan kabotase jika mengangkut barang melalui Italia akhir pekan ini. Perusahaan yang menggunakan carnet ATA jalur cepat atau fasilitasi AEO diingatkan bahwa penangguhan Schengen mengesampingkan prosedur yang disederhanakan—dokumen harus selalu dibawa.
Secara lebih luas, kejadian ini menegaskan tren: sejak 2024, jumlah pengecualian Schengen yang diminta oleh negara anggota hampir dua kali lipat, yang semakin mempersulit perencanaan perjalanan bisnis. Tim HR dan perjalanan disarankan untuk memantau pemberitahuan Uni Eropa setiap hari dan memperbarui alur persetujuan perjalanan agar mencakup peringatan pemeriksaan perbatasan mendadak.