
Para wisatawan dan delegasi konferensi dari India yang bergegas mengamankan janji temu visa Schengen sebelum pertengahan Agustus kini menghadapi kenyataan bahwa slot visa Prancis paling awal hanya memberikan waktu kurang dari 10 hari antara pengambilan data biometrik dan keberangkatan. Seorang pelamar di New Delhi yang memposting pada 3 Agustus mengatakan mereka hanya bisa memesan janji pada 7 Agustus untuk penerbangan tanggal 16 Agustus, memicu perdebatan mendesak tentang tingkat keberhasilan pengajuan. Balasan dari komunitas mencatat bahwa meskipun Prancis termasuk misi Schengen yang lebih cepat—sering mengeluarkan keputusan dalam lima hari kerja—Kedutaan Besar Prancis sendiri merekomendasikan minimal buffer waktu 15 hari. Tekanan ini disebabkan oleh permintaan yang memuncak pasca pandemi, kapasitas janji temu terbatas di VFS Global, serta perubahan kebijakan yang membatasi pelepasan slot dalam batch harian kecil untuk mencegah pemesanan massal oleh agen. Petugas visa di Mumbai secara informal mengonfirmasi bahwa pemrosesan prioritas tidak tersedia dan aplikasi yang tidak lengkap dokumennya otomatis ditolak demi menjaga kelancaran proses. Manajer perjalanan bisnis sebaiknya memberi peringatan kepada karyawan India yang akan ke Prancis bahwa perjalanan mendadak mungkin tidak memungkinkan hingga September. Perusahaan dengan kebutuhan mendesak bisa mempertimbangkan rute melalui negara Schengen lain—dengan ketentuan aturan tujuan utama—atau menggunakan alternatif partisipasi virtual. Organisasi perdagangan perjalanan di India telah meminta Konsulat Jenderal Prancis membuka hari pengajuan pop-up, namun belum ada keputusan resmi. Untuk saat ini, pelamar disarankan menyiapkan berkas sempurna dan memilih pengambilan paspor langsung agar bisa menghemat satu hari dari waktu pengiriman kurir.
Sumber: Reddit r/SchengenVisa discussion