
Hong Kong kembali mengukuhkan posisinya sebagai pusat perdagangan perhiasan dunia pada 14 September 2026 saat Jewellery & Gem WORLD Hong Kong (JGW) resmi dibuka di AsiaWorld-Expo. Lebih dari 3.000 peserta pameran dari 40 negara ikut ambil bagian dalam acara pengadaan barang selama seminggu ini, yang berlangsung di dua lokasi, AsiaWorld-Expo (14-18 September) dan Hong Kong Convention & Exhibition Centre (16-20 September). Penyelenggara, Informa Markets, menyatakan data pra-registrasi menunjukkan jumlah pengunjung diperkirakan melebihi 30.000, sekitar 90 persen dari tingkat sebelum pandemi. Para pelaku industri memandang JGW sebagai indikator kebangkitan sektor pertemuan dan acara di Hong Kong secara lebih luas.
Kembalinya format dua lokasi pameran ini meningkatkan pemesanan hotel di Pulau Lantau dan Wan Chai, sementara maskapai penerbangan melaporkan kapasitas kursi masuk meningkat 12 persen selama periode pameran, terutama dari rute Bangkok, Mumbai, dan Dubai. Dewan Pariwisata Hong Kong juga menyiapkan loket layanan cepat di bandara dan stasiun kereta cepat West Kowloon untuk mempercepat pengambilan kartu peserta bagi delegasi luar negeri.
Bagi manajer mobilitas korporat, pameran ini menjadi ujian bagi gerbang pengenalan wajah e-channel baru di Bandara Internasional Hong Kong yang diperkenalkan pada Juni, serta jadwal baru MTR Airport Express yang menambah layanan malam pada 13 September. Para peserta pameran yang diwawancarai menyambut baik proses kedatangan yang lebih lancar dibandingkan tahun 2025, ketika pemeriksaan deklarasi kesehatan manual menyebabkan antrean hingga satu jam.
Pemerintah juga menghapus biaya visa kerja untuk staf stan yang tinggal kurang dari 14 hari di lokasi pameran melalui Skema Pengunjung Jangka Pendek (STV), langkah yang menurut pengacara mempercepat waktu persiapan perekrutan sementara hampir dua minggu. Namun, penasihat SDM mengingatkan perusahaan untuk memastikan staf tidak melakukan aktivitas seperti penjualan ritel langsung yang tidak termasuk dalam ketentuan STV.
Selain dampak langsung pada penerimaan pariwisata, analis dari bank DBS memproyeksikan transaksi selama JGW dapat menghasilkan re-ekspor senilai HK$12 miliar dalam 12 bulan ke depan, memperkuat peran Hong Kong sebagai pelabuhan bebas bea untuk barang bernilai tinggi meski pesaing regional semakin agresif dalam menarik perdagangan batu permata.
Kembalinya format dua lokasi pameran ini meningkatkan pemesanan hotel di Pulau Lantau dan Wan Chai, sementara maskapai penerbangan melaporkan kapasitas kursi masuk meningkat 12 persen selama periode pameran, terutama dari rute Bangkok, Mumbai, dan Dubai. Dewan Pariwisata Hong Kong juga menyiapkan loket layanan cepat di bandara dan stasiun kereta cepat West Kowloon untuk mempercepat pengambilan kartu peserta bagi delegasi luar negeri.
Bagi manajer mobilitas korporat, pameran ini menjadi ujian bagi gerbang pengenalan wajah e-channel baru di Bandara Internasional Hong Kong yang diperkenalkan pada Juni, serta jadwal baru MTR Airport Express yang menambah layanan malam pada 13 September. Para peserta pameran yang diwawancarai menyambut baik proses kedatangan yang lebih lancar dibandingkan tahun 2025, ketika pemeriksaan deklarasi kesehatan manual menyebabkan antrean hingga satu jam.
Pemerintah juga menghapus biaya visa kerja untuk staf stan yang tinggal kurang dari 14 hari di lokasi pameran melalui Skema Pengunjung Jangka Pendek (STV), langkah yang menurut pengacara mempercepat waktu persiapan perekrutan sementara hampir dua minggu. Namun, penasihat SDM mengingatkan perusahaan untuk memastikan staf tidak melakukan aktivitas seperti penjualan ritel langsung yang tidak termasuk dalam ketentuan STV.
Selain dampak langsung pada penerimaan pariwisata, analis dari bank DBS memproyeksikan transaksi selama JGW dapat menghasilkan re-ekspor senilai HK$12 miliar dalam 12 bulan ke depan, memperkuat peran Hong Kong sebagai pelabuhan bebas bea untuk barang bernilai tinggi meski pesaing regional semakin agresif dalam menarik perdagangan batu permata.
Sumber: JNA Show Daily / Informa Markets