
Pengujian akhir lanskap dan sistem sedang berlangsung di Stasiun Al Yalayis—perhentian pertama Dubai dalam jaringan kereta penumpang Etihad Rail—sebelum peluncuran resminya pada 30 September, seperti yang diungkap The National pada 14 September. Stasiun ini akan memangkas waktu perjalanan antara Dubai dan Mohamed Bin Zayed City di Abu Dhabi menjadi hanya 57 menit, turun dari hingga 90 menit dengan mobil. Terhubung melalui jembatan pejalan kaki yang menghubungkan dengan Metro Red Line yang sudah ada, Al Yalayis menjanjikan konektivitas multimoda dari pintu ke pintu yang sesungguhnya setelah Gold Line Dubai yang direncanakan mulai beroperasi pada 2032. Para akademisi transportasi memprediksi lonjakan perjalanan antar-emirat, memungkinkan para profesional tinggal di satu kota dan bekerja di kota lain tanpa harus bergantung pada jalan raya E11 yang padat. Bagi tim mobilitas global, jalur kereta ini bisa mengubah kebijakan tunjangan perumahan dan perhitungan biaya penugasan. Konsultan properti yang dikutip oleh media tersebut memperkirakan harga properti di Dubai South dan Jumeirah Golf Estates—keduanya dekat stasiun—akan naik seiring meningkatnya aksesibilitas. Perusahaan mungkin akan lebih hemat biaya dengan menempatkan staf di distrik pinggiran sambil tetap menjaga akses mudah ke kantor pusat di pusat kota. Etihad Rail meluncurkan layanan penumpang pertamanya (Abu Dhabi–Fujairah) pada 30 Juni dan berencana menghubungkan semua tujuh emirat dengan perpanjangan ke Arab Saudi dan Oman. Spesialis HR dan relokasi sebaiknya mulai memperbarui materi orientasi, tunjangan perjalanan, dan rute evakuasi darurat untuk memasukkan moda kereta baru ini.
Sumber: The National