
Menteri Luar Negeri Mike Pompeo pada hari Selasa mengumumkan kebijakan pembatasan visa baru yang menargetkan pejabat pemerintah dan partai di Afrika Selatan yang “bertanggung jawab atau terlibat dalam undang-undang dan praktik yang memungkinkan pengambilalihan tanah tanpa kompensasi serta diskriminasi berbasis ras.” Kebijakan ini, yang diterbitkan berdasarkan INA §212(a)(3)(C), memungkinkan petugas konsuler menolak masuk individu beserta keluarga dekatnya jika ada informasi kredibel yang mengaitkan mereka dengan pelanggaran hak asasi manusia terhadap petani minoritas. Sebuah buletin Associated Press pada hari Rabu mengonfirmasi bahwa beberapa pejabat provinsi senior telah dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk visa AS, sehingga secara efektif melarang mereka melakukan perjalanan pribadi maupun kunjungan resmi. Langkah ini menyusul ketegangan bilateral selama beberapa bulan setelah Johannesburg mengajukan rencana untuk mengambil alih lahan pertanian milik warga kulit putih tanpa kompensasi. Bagi perusahaan AS yang memiliki kepemimpinan atau hubungan pengadaan di Afrika Selatan, kebijakan ini menambah risiko kepatuhan baru. Departemen perjalanan perusahaan harus memeriksa rekan Afrika Selatan untuk kemungkinan masuk dalam daftar tersembunyi dan bersiap menghadapi penolakan visa mendadak yang dapat menggagalkan rapat dewan atau roadshow investor di AS. Pengumuman ini juga menandakan kesiapan Washington yang lebih luas untuk menggunakan alat imigrasi guna mendukung tujuan hak kepemilikan dan hak asasi manusia—tren yang sudah terlihat dalam larangan visa terkait korupsi dan penyalahgunaan pengawasan digital di wilayah lain. Kementerian luar negeri Afrika Selatan mengecam tindakan ini sebagai “campur tangan yang tidak beralasan,” dan memberi sinyal kemungkinan tindakan balasan. Meskipun balasan kemungkinan tidak akan menargetkan pengunjung AS biasa, perusahaan harus mewaspadai kemungkinan pengetatan aturan izin kerja atau pemeriksaan bea cukai yang dapat memperlambat pelaksanaan proyek.
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Amerika Serikat.Lebih Banyak Dari Amerika Serikat
Lihat semua
Departemen Luar Negeri Jadwalkan Pemadaman CEAC 24 Jam, Pengajuan Formulir DS-260 Online Dihentikan Sementara
CDC Perpanjang Penangguhan Masuk 30 Hari bagi Pelancong yang Baru Saja ke DRC, Uganda, atau Sudan Selatan