
Mahkamah Pemilihan Tinggi Brasil (TSE) mengumumkan pada 16 Oktober bahwa 314.137 pemilih telah mengajukan permohonan ‘voto em trânsito’—hak untuk memilih di luar domisili terdaftar—untuk putaran kedua pemilihan presiden pada 25 Oktober. Mekanisme ini memungkinkan warga yang sedang bepergian di dalam Brasil untuk memilih di ibu kota mana pun, namun tidak berlaku untuk tempat pemungutan suara di luar negeri. Warga Brasil di luar negeri harus terdaftar di wilayah konsuler tertentu dan hanya bisa memilih pada putaran pertama jika sudah terdaftar dengan benar. Lonjakan permintaan voto em trânsito mencerminkan tingginya mobilitas domestik selama periode libur Oktober serta ketatnya persaingan antara Presiden petahana Luiz Inácio Lula da Silva dan penantangnya Tarcísio de Freitas. Maskapai penerbangan dan operator bus jarak jauh bersiap menghadapi lonjakan pemesanan mendadak ke ibu kota provinsi saat pemilih mengatur posisi untuk mencapai tempat pemungutan suara yang ditentukan. Pemerintah federal meminta agar operator transportasi menghindari perubahan jadwal yang dapat membuat penumpang terdampar menjelang hari pemilihan. Bagi ekspatriat dan pelaku bisnis yang sering bepergian, pengumuman ini mengingatkan bahwa Brasil masih melarang ‘voto em trânsito’ di luar wilayah nasional. Warga yang bertugas di luar negeri dan belum memindahkan pendaftaran pemilih ke konsulat harus memberikan alasan ketidakhadiran secara online dalam waktu 60 hari atau akan dikenai denda. Manajer mobilitas di perusahaan disarankan untuk menginformasikan batas waktu kepatuhan ini kepada staf yang ditempatkan di luar negeri. TSE juga bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk mempercepat penerbitan kartu pemilih elektronik baru (e-Título) bagi warga Brasil yang kembali sementara untuk memilih. Namun, konsulat tetap tutup untuk layanan rutin hingga setelah pemilihan karena adanya peringatan keamanan yang dikeluarkan beberapa misi diplomatik awal bulan ini. Perusahaan yang merencanakan pertemuan besar atau relokasi internal pada minggu terakhir Oktober sebaiknya mempertimbangkan potensi ketidakhadiran dan kemacetan transportasi sekitar tanggal 25 Oktober, terutama di Rio, São Paulo, dan Brasília, di mana sebagian besar suara voto em trânsito akan diberikan.
Sumber: Tribunal Superior Eleitoral