1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Uni Emirat Arab
  4. /
  5. UAE memberlakukan denda hingga Dh5 juta dan hukuman penjara untuk pelanggaran serius terkait izin tinggal

UAE memberlakukan denda hingga Dh5 juta dan hukuman penjara untuk pelanggaran serius terkait izin tinggal

Des 10, 2025
·
UAE memberlakukan denda hingga Dh5 juta dan hukuman penjara untuk pelanggaran serius terkait izin tinggal
Dewan Nasional Federal telah menyetujui amandemen besar-besaran terhadap Undang-Undang Masuk dan Tinggal Orang Asing di negara ini yang secara signifikan meningkatkan sanksi bagi mereka yang menyalahgunakan, memalsukan, atau memfasilitasi penyalahgunaan visa dan izin tinggal UAE.

Berdasarkan ketentuan baru yang diterbitkan pada 9 Desember 2025, denda akan dimulai dari Dh100.000 dan bisa mencapai Dh5 juta dalam kasus yang melibatkan perdagangan terorganisir, dokumen palsu, atau pelanggar berulang. Pelanggaran berulang atau yang diperberat juga akan dikenai hukuman penjara minimal dua bulan. Undang-undang ini secara khusus menargetkan tiga masalah utama: 1) individu yang bekerja dengan visa turis atau kunjungan, 2) perekrut yang membawa pekerja tanpa izin yang sah, dan 3) sindikat kriminal yang menyelundupkan orang ke Emirat menggunakan dokumen palsu atau yang diperoleh secara curang.

UAE memberlakukan denda hingga Dh5 juta dan hukuman penjara untuk pelanggaran serius terkait izin tinggal


Pejabat mengatakan sanksi yang lebih ketat ini bertujuan melindungi pasar tenaga kerja UAE, menutup celah keamanan, dan memperkuat integritas program residensi jangka panjang seperti Golden, Green, dan Blue residency. Pengusaha yang dengan sengaja mempekerjakan orang dengan jenis visa yang salah akan menghadapi denda yang sama beratnya, sementara pemilik properti yang menampung orang yang tinggal melebihi izin bisa saja properti mereka masuk daftar hitam.

Bagi perusahaan yang memindahkan staf ke UAE, pesannya jelas: pastikan kategori visa sesuai dengan tugas yang dijalankan dan agen pihak ketiga memiliki lisensi resmi. Manajer mobilitas disarankan untuk mengalokasikan waktu tambahan untuk audit kepatuhan dan memberikan edukasi kepada karyawan yang bepergian mengenai pembatasan kerja paruh waktu, relawan, dan tugas jarak jauh saat menggunakan status pengunjung. Para ahli hukum juga menyarankan untuk meninjau kontrak tempat tinggal staf agar terhindar dari tanggung jawab tidak sengaja terhadap penyewa sub-kontrak yang visa-nya mungkin sudah kedaluwarsa.

Selain sebagai upaya pencegahan, ICP menyatakan penegakan hukum akan didukung dengan portal pengecekan status online yang diperluas dan masa tenggang singkat bagi pelanggar ringan pertama kali untuk menyesuaikan status tanpa deportasi. Namun demikian, dengan otoritas perbatasan yang kini berbagi data biometrik antar mitra GCC, tinggal melebihi izin atau bolak-balik visa akan menjadi jauh lebih berisiko dan jauh lebih mahal dibanding sebelumnya.
Sumber: The Week

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Uni Emirat Arab.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×