
Setelah tiga minggu penuh kecemasan di mana paspor baru Brasil tidak bisa diterbitkan, Kementerian Keuangan mengesahkan kredit darurat sebesar R$37,4 juta pada 8 Desember, memungkinkan Kepolisian Federal dan pabrik pencetakan milik negara Casa da Moeda melanjutkan produksi. Penutupan ini—yang terjadi karena Kepolisian Federal kehabisan anggaran 2025 untuk Sistem Paspor & Pengendalian Lalu Lintas pada 19 November—menghentikan sekitar 25.000 permohonan per hari dan mengancam perjalanan selama musim Natal.
Kelompok bisnis sangat vokal: kontraktor minyak dan gas yang bergantian di Macaé, konsultan TI yang terbang ke Amerika Utara dan Eropa, serta perusahaan multinasional yang merencanakan pertemuan awal Januari, semuanya melaporkan perjalanan penting yang terancam batal. Beberapa perusahaan terpaksa menggunakan jalur mahal melalui konsulat tetangga untuk mendapatkan dokumen laissez-passer bagi staf kunci.
Pendanaan sementara ini mencakup produksi buku paspor kosong dan lembur untuk petugas Kepolisian Federal hingga akhir tahun, namun pejabat mengakui bahwa solusi struktural masih diperlukan. Kongres harus menyetujui tambahan R$97,5 juta pada awal 2026 untuk menghindari kejadian serupa. Sementara itu, Kepolisian Federal mulai membersihkan tumpukan sekitar 400.000 dokumen, dengan prioritas pada kasus medis, studi di luar negeri, dan penugasan korporat.
Manajer perjalanan diharapkan prosesnya akan kembali normal secara bertahap dalam dua minggu ke depan, tetapi keberangkatan mendesak masih akan sulit. Para ahli menyarankan agar eksekutif memeriksa masa berlaku paspor sekarang—Brasil mewajibkan masa berlaku minimal enam bulan untuk memasuki banyak tujuan—dan mengajukan perpanjangan jauh sebelum lonjakan permohonan tradisional di Januari.
Bagi program mobilitas global, kejadian ini menjadi peringatan penting: bahkan dokumen keberangkatan pun bisa menghambat penugasan, dan perencanaan darurat (termasuk memiliki paspor kedua jika diperbolehkan) kembali menjadi agenda utama.
Kelompok bisnis sangat vokal: kontraktor minyak dan gas yang bergantian di Macaé, konsultan TI yang terbang ke Amerika Utara dan Eropa, serta perusahaan multinasional yang merencanakan pertemuan awal Januari, semuanya melaporkan perjalanan penting yang terancam batal. Beberapa perusahaan terpaksa menggunakan jalur mahal melalui konsulat tetangga untuk mendapatkan dokumen laissez-passer bagi staf kunci.
Pendanaan sementara ini mencakup produksi buku paspor kosong dan lembur untuk petugas Kepolisian Federal hingga akhir tahun, namun pejabat mengakui bahwa solusi struktural masih diperlukan. Kongres harus menyetujui tambahan R$97,5 juta pada awal 2026 untuk menghindari kejadian serupa. Sementara itu, Kepolisian Federal mulai membersihkan tumpukan sekitar 400.000 dokumen, dengan prioritas pada kasus medis, studi di luar negeri, dan penugasan korporat.
Manajer perjalanan diharapkan prosesnya akan kembali normal secara bertahap dalam dua minggu ke depan, tetapi keberangkatan mendesak masih akan sulit. Para ahli menyarankan agar eksekutif memeriksa masa berlaku paspor sekarang—Brasil mewajibkan masa berlaku minimal enam bulan untuk memasuki banyak tujuan—dan mengajukan perpanjangan jauh sebelum lonjakan permohonan tradisional di Januari.
Bagi program mobilitas global, kejadian ini menjadi peringatan penting: bahkan dokumen keberangkatan pun bisa menghambat penugasan, dan perencanaan darurat (termasuk memiliki paspor kedua jika diperbolehkan) kembali menjadi agenda utama.
Sumber: VisaHQ Global Mobility News