1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. India
  4. /
  5. ‘Beautiful Act’ picu kenaikan tajam biaya visa AS; Pelamar India bersiap hadapi biaya lebih tinggi dan pemeriksaan lebih ketat

‘Beautiful Act’ picu kenaikan tajam biaya visa AS; Pelamar India bersiap hadapi biaya lebih tinggi dan pemeriksaan lebih ketat

Jan 5, 2026
·
‘Beautiful Act’ picu kenaikan tajam biaya visa AS; Pelamar India bersiap hadapi biaya lebih tinggi dan pemeriksaan lebih ketat
Paket imigrasi besar-besaran AS—dengan julukan “Beautiful Act”—mulai berlaku pada 1 Januari 2026 dan sudah berdampak pada ekosistem mobilitas keluar India. Undang-undang ini menaikkan berbagai biaya aplikasi dan memberlakukan persyaratan baru yang ketat terkait pembayaran elektronik dan pemeriksaan keamanan. Travel and Tour World melaporkan bahwa biaya Employment Authorisation Document naik dari US$550 menjadi US$560, sementara sebagian besar kategori visa non-imigran kini dikenakan “Visa Integrity Fee” wajib sebesar US$250 saat penerbitan.

Bagi bisnis India, sorotan utama adalah kenaikan biaya: para konsultan memperkirakan keluarga beranggotakan empat orang yang mengajukan visa B-1/B-2 akan membayar sekitar ₹1 lakh lebih mahal dibandingkan jadwal biaya 2025. Kategori berbasis petisi seperti H-1B dan L-1 juga terdampak karena biaya EAD untuk tanggungan naik dan biaya pemrosesan premium tetap sama. Tantangan lain termasuk perubahan metode pembayaran hanya melalui ACH atau kartu—cek kertas tidak lagi diterima—membuat perusahaan India tanpa rekening bank AS harus bergantung pada pihak ketiga dengan biaya tambahan.

‘Beautiful Act’ picu kenaikan tajam biaya visa AS; Pelamar India bersiap hadapi biaya lebih tinggi dan pemeriksaan lebih ketat


Undang-undang ini juga mewajibkan pemeriksaan media sosial yang lebih mendalam dan mengharuskan maskapai menolak penumpang yang data Advance Passenger Information-nya menunjukkan visa kedaluwarsa atau masalah keamanan. Pejabat Konsulat AS di Mumbai kepada Global Mobility News menyatakan mereka memperkirakan waktu tunggu wawancara akan sedikit memanjang sementara petugas menyesuaikan diri dengan aturan baru, terutama untuk pelamar dari negara dengan volume tinggi seperti India.

Langkah yang harus dilakukan tim mobilitas sekarang: 1) Perbarui proyeksi biaya untuk anggaran relokasi 2026; 2) beri tahu karyawan yang ditugaskan agar bersiap menghadapi waktu proses lebih lama saat memperbarui visa kerja di AS; 3) audit batas kartu korporat karena portal pembayaran elektronik baru dapat menolak transaksi di atas US$10.000 tanpa otorisasi sebelumnya. Konsultan imigrasi juga menyarankan agar pelancong membersihkan profil media sosialnya, karena petugas konsuler bisa menolak kasus jika pengaturan privasi menghalangi pemeriksaan konten.

Dalam jangka menengah, para ahli memperkirakan inflasi biaya akan terus berlanjut—penyesuaian tahunan sudah diatur dalam teks Beautiful Act—yang berarti perusahaan India harus memasukkan biaya imigrasi AS yang lebih tinggi ke dalam model perencanaan tenaga kerja jangka panjang.
Sumber: Travel and Tour World

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×