
Pelancong dari India Barat yang hendak ke Austria kini harus mengunjungi lokasi baru untuk mengajukan permohonan visa Schengen. VFS Global mengonfirmasi pada 8 Januari bahwa Pusat Aplikasi Visa Austria di Mumbai telah pindah ke kantor baru yang dibangun khusus di dekat kawasan bisnis Bandra Kurla Complex. Perpindahan ini, yang mulai berlaku sejak 2 Januari, meningkatkan kapasitas loket dari enam menjadi delapan belas dan menambahkan bilik biometrik yang dapat disesuaikan untuk Sistem Masuk/Keluar Uni Eropa (EES) yang akan datang.
Bagi manajer mobilitas global, perubahan ini bukan sekadar kosmetik. Austria tetap menjadi salah satu tujuan transfer antarperusahaan yang berkembang pesat bagi insinyur India di bidang otomotif, manufaktur chip, dan layanan TI. Pusat yang lebih besar diharapkan mengurangi kemacetan jadwal yang pada akhir 2025 memaksa beberapa pekerja untuk mengurus dokumen melalui Delhi atau Chennai dengan biaya tambahan. Lokasi baru ini juga berdekatan dengan pusat visa Jerman dan Belanda, memudahkan perusahaan yang membutuhkan beberapa visa Schengen untuk pekerja yang berputar tugas.
Pemohon yang sudah memesan janji sebelum 2 Januari secara otomatis dijadwalkan ulang di alamat baru dan menerima notifikasi SMS 48 jam sebelumnya. VFS menyatakan slot premium untuk kunjungan tanpa janji masih terbatas: hanya pelancong yang terbang dalam lima hari kalender yang dapat membeli layanan ini, dan bukti perjalanan wajib disertakan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan tetap memesan slot standar minimal empat minggu sebelumnya sampai proses adaptasi pasca-pindah stabil.
Secara operasional, kantor baru dilengkapi fasilitas cetak dokumen dan bilik foto di tempat, memungkinkan pelancong memperbaiki kesalahan dokumen secara langsung. Umpan balik awal dari perusahaan relokasi menunjukkan waktu kunjungan rata-rata berkurang 30 menit. Namun, pemeriksaan keamanan diperketat; pengunjung harus menunjukkan kode batang SMS serta identitas resmi untuk masuk ke gedung, sehingga tim mobilitas harus mengingatkan pemohon agar selalu membawa kedua dokumen tersebut.
Bagi manajer mobilitas global, perubahan ini bukan sekadar kosmetik. Austria tetap menjadi salah satu tujuan transfer antarperusahaan yang berkembang pesat bagi insinyur India di bidang otomotif, manufaktur chip, dan layanan TI. Pusat yang lebih besar diharapkan mengurangi kemacetan jadwal yang pada akhir 2025 memaksa beberapa pekerja untuk mengurus dokumen melalui Delhi atau Chennai dengan biaya tambahan. Lokasi baru ini juga berdekatan dengan pusat visa Jerman dan Belanda, memudahkan perusahaan yang membutuhkan beberapa visa Schengen untuk pekerja yang berputar tugas.
Pemohon yang sudah memesan janji sebelum 2 Januari secara otomatis dijadwalkan ulang di alamat baru dan menerima notifikasi SMS 48 jam sebelumnya. VFS menyatakan slot premium untuk kunjungan tanpa janji masih terbatas: hanya pelancong yang terbang dalam lima hari kalender yang dapat membeli layanan ini, dan bukti perjalanan wajib disertakan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan tetap memesan slot standar minimal empat minggu sebelumnya sampai proses adaptasi pasca-pindah stabil.
Secara operasional, kantor baru dilengkapi fasilitas cetak dokumen dan bilik foto di tempat, memungkinkan pelancong memperbaiki kesalahan dokumen secara langsung. Umpan balik awal dari perusahaan relokasi menunjukkan waktu kunjungan rata-rata berkurang 30 menit. Namun, pemeriksaan keamanan diperketat; pengunjung harus menunjukkan kode batang SMS serta identitas resmi untuk masuk ke gedung, sehingga tim mobilitas harus mengingatkan pemohon agar selalu membawa kedua dokumen tersebut.
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Austria.Lebih Banyak Dari Austria
Lihat semua
Penutupan Jalur Barat Dekat Innsbruck Selama Tiga Minggu Ganggu Koneksi Kereta dan Perjalanan Bisnis
Austria Tingkatkan Persyaratan Pendapatan Minimum untuk Izin Tinggal Non-Kerja Tahun 2026