
Jaksa Prancis mengonfirmasi pada Senin, 26 Januari 2026, bahwa dua warga Inggris ditangkap di dekat Calais setelah mencoba menyiarkan langsung aksi protes anti-migran yang dilarang, yang dinamai “Operasi Overlord.” Prefektur Pas-de-Calais telah mengeluarkan perintah darurat yang melarang segala bentuk pertemuan oleh kelompok Raise the Colours dari 23–26 Januari, dengan alasan risiko gangguan ketertiban umum dan pelecehan sebelumnya terhadap pekerja bantuan.
Kedua pria yang ditangkap—berusia 35 dan 50 tahun—sekarang menghadapi tuduhan menghasut kebencian dan berpartisipasi dalam kelompok terorganisir dengan niat melakukan kekerasan. Berdasarkan kode ketertiban umum Prancis, mereka bisa dideportasi dan dilarang masuk kembali selama tiga tahun. Pihak berwenang juga memperingatkan bahwa kedatangan aktivis terkait berikutnya akan langsung berujung pada pengusiran melalui prosedur pengawasan perbatasan yang dipercepat.
Kejadian ini menunjukkan bagaimana pejabat Prancis semakin sering menggunakan wewenang prefektur untuk mengelola aksi lintas batas yang mengancam keselamatan migran atau mengganggu operasi pelabuhan. Bagi program mobilitas korporat yang bergantung pada kelancaran lalu lintas Calais-Dover, pelajaran utamanya adalah perimeter keamanan di sekitar terminal feri dan pintu masuk Eurotunnel bisa diperketat secara mendadak setiap kali protes serupa diumumkan di media sosial.
Perusahaan Inggris yang mengirim sopir atau ekspatriat melalui wilayah ini disarankan menambah waktu ekstra dalam jadwal perjalanan, selalu membawa dokumen kendaraan untuk pemeriksaan mendadak, dan memastikan para pelancong memiliki kontak darurat 24 jam. Tim risiko perjalanan juga harus memantau buletin prefektur Prancis, yang biasanya hanya diterbitkan dalam bahasa Prancis, namun memberikan peringatan paling awal tentang pembatasan pergerakan.
Secara strategis, penangkapan ini menandakan tekad Paris untuk mencegah demonstrasi sayap kanan meluas menjadi kekerasan menjelang musim perjalanan Paskah yang sibuk. Langkah ini diharapkan dapat meyakinkan perusahaan pelayaran dan operator bus bahwa otoritas lokal akan memprioritaskan kelancaran operasi di koridor pengangkutan barang tersibuk di Eropa.
Kedua pria yang ditangkap—berusia 35 dan 50 tahun—sekarang menghadapi tuduhan menghasut kebencian dan berpartisipasi dalam kelompok terorganisir dengan niat melakukan kekerasan. Berdasarkan kode ketertiban umum Prancis, mereka bisa dideportasi dan dilarang masuk kembali selama tiga tahun. Pihak berwenang juga memperingatkan bahwa kedatangan aktivis terkait berikutnya akan langsung berujung pada pengusiran melalui prosedur pengawasan perbatasan yang dipercepat.
Kejadian ini menunjukkan bagaimana pejabat Prancis semakin sering menggunakan wewenang prefektur untuk mengelola aksi lintas batas yang mengancam keselamatan migran atau mengganggu operasi pelabuhan. Bagi program mobilitas korporat yang bergantung pada kelancaran lalu lintas Calais-Dover, pelajaran utamanya adalah perimeter keamanan di sekitar terminal feri dan pintu masuk Eurotunnel bisa diperketat secara mendadak setiap kali protes serupa diumumkan di media sosial.
Perusahaan Inggris yang mengirim sopir atau ekspatriat melalui wilayah ini disarankan menambah waktu ekstra dalam jadwal perjalanan, selalu membawa dokumen kendaraan untuk pemeriksaan mendadak, dan memastikan para pelancong memiliki kontak darurat 24 jam. Tim risiko perjalanan juga harus memantau buletin prefektur Prancis, yang biasanya hanya diterbitkan dalam bahasa Prancis, namun memberikan peringatan paling awal tentang pembatasan pergerakan.
Secara strategis, penangkapan ini menandakan tekad Paris untuk mencegah demonstrasi sayap kanan meluas menjadi kekerasan menjelang musim perjalanan Paskah yang sibuk. Langkah ini diharapkan dapat meyakinkan perusahaan pelayaran dan operator bus bahwa otoritas lokal akan memprioritaskan kelancaran operasi di koridor pengangkutan barang tersibuk di Eropa.
Sumber: AFP via Hespress
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Perancis.Lebih Banyak Dari Perancis
Lihat semua
Buletin Prefektur: Tes Pengetahuan Sipil Kini Wajib untuk Kartu Tinggal Multi-Tahun Pertama
Ombudsman Hak Prancis Mengecam Penggunaan Gas Air Mata dan Peluru Karet Terhadap Migran di Selat Inggris