
Tim Layanan Mobilitas Global KPMG mengeluarkan Flash Alert 2026-060 pada 9 Maret 2026, mengonfirmasi bahwa Inggris kini sepenuhnya memberlakukan sistem Electronic Travel Authorisation (ETA) untuk warga negara yang bebas visa. Sejak 25 Februari, maskapai penerbangan harus menolak penumpang yang tidak dapat menunjukkan ETA yang disetujui atau izin imigrasi Inggris yang sah. Meskipun pemegang paspor British National (Overseas) dikecualikan, pemegang paspor HKSAR biasa—yang sebelumnya bebas visa untuk kunjungan singkat—sekarang harus mengisi aplikasi online dan membayar biaya £16 sebelum setiap perjalanan. ETA berlaku untuk beberapa kali masuk selama dua tahun dan diproses melalui aplikasi smartphone khusus. Maskapai akan melakukan pemeriksaan Informasi Penumpang Lanjutan otomatis; pelancong tanpa ETA yang dapat diverifikasi akan dilarang check-in.
Bagi perusahaan berbasis di Hong Kong dengan rotasi sering ke London, Manchester, atau Belfast, kegagalan mengintegrasikan pemeriksaan ETA ke dalam alur perjalanan dapat menyebabkan pertemuan klien terlewat, penundaan proyek, dan kerusakan reputasi. KPMG menyarankan perusahaan multinasional untuk mengaudit profil pelancong, menandai karyawan yang menuju Inggris di sistem HRIS atau platform pengeluaran, serta membuat pengingat otomatis setidaknya satu minggu sebelum keberangkatan. Warga negara ganda Inggris harus membawa paspor Inggris atau Sertifikat Hak; menggunakan kewarganegaraan kedua dapat menimbulkan masalah dengan maskapai atau kontrol perbatasan.
Sementara itu, manajer mobilitas disarankan memperbarui buku kebijakan untuk memasukkan biaya ETA sebagai pengeluaran yang dapat diganti dan menetapkan kontak eskalasi untuk persetujuan mendadak. Ke depan, Kantor Dalam Negeri Inggris telah mengisyaratkan bahwa aliran data API/API-Plus real-time akan diwajibkan mulai akhir 2027, sehingga perusahaan harus mempersiapkan sistem duty-of-care mereka sekarang. Langkah Inggris ini juga menjadi pertanda persyaratan ETIAS serupa di Uni Eropa—yang dijadwalkan mulai pertengahan 2026—yang akan memengaruhi pemegang paspor Hong Kong yang bepergian ke Wilayah Schengen.
Bagi perusahaan berbasis di Hong Kong dengan rotasi sering ke London, Manchester, atau Belfast, kegagalan mengintegrasikan pemeriksaan ETA ke dalam alur perjalanan dapat menyebabkan pertemuan klien terlewat, penundaan proyek, dan kerusakan reputasi. KPMG menyarankan perusahaan multinasional untuk mengaudit profil pelancong, menandai karyawan yang menuju Inggris di sistem HRIS atau platform pengeluaran, serta membuat pengingat otomatis setidaknya satu minggu sebelum keberangkatan. Warga negara ganda Inggris harus membawa paspor Inggris atau Sertifikat Hak; menggunakan kewarganegaraan kedua dapat menimbulkan masalah dengan maskapai atau kontrol perbatasan.
Sementara itu, manajer mobilitas disarankan memperbarui buku kebijakan untuk memasukkan biaya ETA sebagai pengeluaran yang dapat diganti dan menetapkan kontak eskalasi untuk persetujuan mendadak. Ke depan, Kantor Dalam Negeri Inggris telah mengisyaratkan bahwa aliran data API/API-Plus real-time akan diwajibkan mulai akhir 2027, sehingga perusahaan harus mempersiapkan sistem duty-of-care mereka sekarang. Langkah Inggris ini juga menjadi pertanda persyaratan ETIAS serupa di Uni Eropa—yang dijadwalkan mulai pertengahan 2026—yang akan memengaruhi pemegang paspor Hong Kong yang bepergian ke Wilayah Schengen.
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Hong Kong.Lebih Banyak Dari Hong Kong
Lihat semua
Cathay Pacific meluncurkan livery ‘Spirit of Hong Kong – Edisi 80 Tahun’ untuk memperkuat ambisi kota sebagai pusat penerbangan
Cek Fakta: Aturan residensi permanen Hong Kong tetap sama meski klaim 'poin bonus' viral beredar