
Cathay Pacific merayakan ulang tahun ke-80 pada 9 Maret 2026 dengan peluncuran publik pesawat Boeing 777-300ER baru yang menampilkan karya seni “Spirit of Hong Kong – Edisi Ulang Tahun ke-80”. Dibuat bekerja sama dengan West Kowloon Cultural District Authority (WKCDA), mural berukuran besar di badan pesawat ini dirancang oleh seniman multimedia Victor Wong menggunakan teknik pembuatan lanskap berbasis data yang menggabungkan topografi Victoria Harbour dengan sapuan kuas digital yang penuh warna.
Dalam acara yang digelar di Hangar 2 Bandara Internasional Hong Kong, CEO Cathay Group Ronald Lam menyebut livery ini sebagai “galeri terbang yang membawa kreativitas Hong Kong ke setiap benua”, sekaligus melengkapi program upgrade armada, lounge, dan inovasi digital senilai HK$100 miliar pasca pandemi. Ketua WKCDA Bernard Chan menekankan bahwa kemitraan ini sejalan dengan strategi resmi Hong Kong untuk memposisikan diri sebagai pusat pertukaran budaya internasional yang menggabungkan Timur dan Barat.
Pesawat ini mulai beroperasi pada hari yang sama dengan penerbangan CX315 menuju London Heathrow. Penumpang menikmati versi baru branding suara Cathay, “Song of Cathay”, yang diaransemen ulang dengan sentuhan jazz dan dimainkan langsung oleh pianis-komposer Patrick Lui di gerbang keberangkatan sebelum disiarkan selama penerbangan. Maskapai mengonfirmasi lagu ini akan ditambahkan pada rute-rute tertentu mulai pertengahan 2026, memberikan sentuhan budaya yang konsisten bagi para pelancong yang transit di hub ini.
Bagi manajer perjalanan bisnis, livery ini lebih dari sekadar tampilan. Analis industri mencatat bahwa inisiatif branding yang mencolok ini menandakan kepercayaan baru terhadap ekosistem bandara Hong Kong setelah tiga tahun pandemi yang sulit. Dengan perkiraan 335 juta penumpang transit di kota ini pada 2026, upaya Cathay untuk mengembalikan frekuensi penerbangan jarak jauh pra-Covid dan menarik penumpang premium melalui cerita budaya diharapkan membantu perusahaan multinasional menghidupkan kembali rotasi kantor pusat Asia dan mempercepat perencanaan penugasan regional.
Kampanye ini juga sejalan dengan upaya Dewan Pariwisata untuk menarik kembali lalu lintas pertemuan dan acara ke Pusat Konvensi serta kawasan seni WKCDA di sekitarnya. Dari sisi praktis, pelancong bisnis dapat mengharapkan peningkatan produk lunak secara bertahap pada armada 777 Cathay seiring program livery ini, termasuk pembaruan perlengkapan tidur, perluasan cakupan Wi-Fi, dan peningkatan hadiah milestone Marco Polo Club. Tim pengadaan perjalanan disarankan untuk meninjau kembali alokasi tarif yang telah dinegosiasikan guna menangkap minat pengguna awal terhadap produk yang diperbarui ini sekaligus memastikan ketersediaan kursi di rute-rute utama.
Dalam acara yang digelar di Hangar 2 Bandara Internasional Hong Kong, CEO Cathay Group Ronald Lam menyebut livery ini sebagai “galeri terbang yang membawa kreativitas Hong Kong ke setiap benua”, sekaligus melengkapi program upgrade armada, lounge, dan inovasi digital senilai HK$100 miliar pasca pandemi. Ketua WKCDA Bernard Chan menekankan bahwa kemitraan ini sejalan dengan strategi resmi Hong Kong untuk memposisikan diri sebagai pusat pertukaran budaya internasional yang menggabungkan Timur dan Barat.
Pesawat ini mulai beroperasi pada hari yang sama dengan penerbangan CX315 menuju London Heathrow. Penumpang menikmati versi baru branding suara Cathay, “Song of Cathay”, yang diaransemen ulang dengan sentuhan jazz dan dimainkan langsung oleh pianis-komposer Patrick Lui di gerbang keberangkatan sebelum disiarkan selama penerbangan. Maskapai mengonfirmasi lagu ini akan ditambahkan pada rute-rute tertentu mulai pertengahan 2026, memberikan sentuhan budaya yang konsisten bagi para pelancong yang transit di hub ini.
Bagi manajer perjalanan bisnis, livery ini lebih dari sekadar tampilan. Analis industri mencatat bahwa inisiatif branding yang mencolok ini menandakan kepercayaan baru terhadap ekosistem bandara Hong Kong setelah tiga tahun pandemi yang sulit. Dengan perkiraan 335 juta penumpang transit di kota ini pada 2026, upaya Cathay untuk mengembalikan frekuensi penerbangan jarak jauh pra-Covid dan menarik penumpang premium melalui cerita budaya diharapkan membantu perusahaan multinasional menghidupkan kembali rotasi kantor pusat Asia dan mempercepat perencanaan penugasan regional.
Kampanye ini juga sejalan dengan upaya Dewan Pariwisata untuk menarik kembali lalu lintas pertemuan dan acara ke Pusat Konvensi serta kawasan seni WKCDA di sekitarnya. Dari sisi praktis, pelancong bisnis dapat mengharapkan peningkatan produk lunak secara bertahap pada armada 777 Cathay seiring program livery ini, termasuk pembaruan perlengkapan tidur, perluasan cakupan Wi-Fi, dan peningkatan hadiah milestone Marco Polo Club. Tim pengadaan perjalanan disarankan untuk meninjau kembali alokasi tarif yang telah dinegosiasikan guna menangkap minat pengguna awal terhadap produk yang diperbarui ini sekaligus memastikan ketersediaan kursi di rute-rute utama.
Sumber: Cathay Pacific Newsroom
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Hong Kong.Lebih Banyak Dari Hong Kong
Lihat semua
Cek Fakta: Aturan residensi permanen Hong Kong tetap sama meski klaim 'poin bonus' viral beredar
Pasangan Hong Kong Habiskan HK$50.000 Melarikan Diri dari Dubai Saat Konflik Iran Mengganggu Penerbangan Teluk