
Perjanjian Australia–Tuvalu Falepili Union semakin maju hari ini dengan pengumuman bersama dari Canberra dan Funafuti mengenai pemilihan kedua untuk visa Falepili Mobility Pathway. Mulai 1 Mei hingga 1 Juni 2026, hingga 280 warga Tuvalu akan dipilih secara acak untuk menerima visa lima tahun yang dapat diperpanjang, yang memungkinkan mereka bekerja, belajar, dan mengakses layanan publik Australia. Skema ini—sering disebut sebagai jawaban Pasifik atas program Recognised Seasonal Employer Selandia Baru—bertujuan memberikan masa depan yang tahan iklim bagi negara atol rendah sekaligus mengisi kekurangan tenaga kerja penting di wilayah regional Australia. Lebih dari 100 warga Tuvalu telah menetap di Queensland dan New South Wales melalui pemilihan perdana 2025, dengan banyak yang bekerja di bidang perawatan lansia, konstruksi, dan agribisnis. Kunci dari model ini adalah desain sirkulernya. Peserta dapat membawa keluarga inti, mengembangkan keterampilan di Australia, dan kemudian kembali ke Tuvalu, didukung oleh layanan transisi khusus yang membantu pendaftaran Medicare, perumahan, pendidikan, dan pengakuan kualifikasi Australia di tanah air. Pejabat mengatakan ini mencegah kritik “brain drain” yang dialamatkan pada program pekerja tamu sebelumnya. Bagi pengusaha Australia, waktu ini sangat tepat. Data ABS yang dirilis pekan lalu menunjukkan tingkat lowongan kerja di sektor kesehatan regional masih 1,8 kali lebih tinggi dari rata-rata nasional. Perusahaan yang bergabung dengan Pathway harus berkomitmen pada upah yang adil, pelatihan, dan perawatan pastoral yang sesuai budaya, namun sebagai imbalannya mendapatkan akses ke tenaga kerja Pasifik yang andal dan bebas dari fluktuasi visa backpacker. Secara strategis, visa ini memperdalam jejak diplomatik Australia di Pasifik di tengah persaingan yang semakin ketat dengan China. Perdana Menteri Feleti Teo menyambut pengumuman ini sebagai “mobilitas dengan martabat”, sementara Komisaris Tinggi Australia David Charlton mengatakan Pathway “memperkuat hubungan antarwarga yang menjadi dasar keamanan regional”. Dengan tekanan iklim yang meningkat, negara-negara mikro lain tengah melobi Canberra untuk jalur visa serupa.
Sumber: PACNEWS (Islands Business)