
Penjaga Perbatasan Polandia telah menghentikan semua lalu lintas sipil melalui pos pemeriksaan jalan Połowce dan Sławatycze di perbatasan Belarus, menurut pembaruan pada 23 April di portal granica.gov.pl milik lembaga tersebut. Pemberitahuan tersebut mencantumkan kedua pos sebagai “ditangguhkan sementara,” tanpa kapasitas pemrosesan untuk mobil penumpang, bus, atau kargo hingga pemberitahuan lebih lanjut. Penutupan ini terjadi saat Warsawa mempertahankan kebijakan migrasi ‘nol toleransi’ di sisi timur Uni Eropa dan mempercepat pembangunan benteng ‘Perisai Timur’ bernilai miliaran zloty di sepanjang perbatasan Belarus dan Kaliningrad. Pada shift malam Kamis, pos perbatasan tetangga di Kuźnica dan Bobrowniki hanya memproses beberapa truk, dan waktu tunggu untuk mobil diperkirakan mencapai dua jam meski volume lalu lintas menurun. Meskipun pemerintah belum mengeluarkan pernyataan resmi, langkah ini mengikuti peningkatan upaya penyeberangan ilegal yang dilaporkan Kementerian Dalam Negeri awal pekan ini dan bertepatan dengan latihan militer besar-besaran di dalam Belarus. Bagi operator logistik, dampak langsungnya adalah pengalihan arus kargo ke Koroszczyn–Kukuryki, yang sudah menjadi koridor kargo tersibuk Polandia dengan Uni Ekonomi Eurasia. Pengirim barang memperingatkan potensi keterlambatan berantai yang bisa meluas hingga Jerman karena pengemudi mengalihkan rute melalui Terespol dan jalan tol S19. Pelancong bisnis disarankan menyeberang di Terespol–Brest (kereta api) atau mempertimbangkan penerbangan via Vilnius atau Riga sampai situasi stabil. Perusahaan dengan pekerja yang setiap hari berangkat dari Belarus harus memeriksa masa berlaku kartu tinggal, karena keterlambatan akibat penutupan mendadak bisa memicu larangan masuk kembali. Pengusaha juga mungkin perlu memperbarui pemberitahuan pekerja yang diposting jika staf dipindahkan ke fasilitas Polandia lain untuk menghindari waktu henti. Penangguhan ini menegaskan betapa rapuhnya mobilitas di perbatasan timur Uni Eropa dan menyoroti pentingnya perencanaan darurat secara real-time. Tim mobilitas disarankan berlangganan layanan peringatan SMS Penjaga Perbatasan dan memastikan pengemudi membawa salinan digital dan cetak surat jalan CMR, karena pemeriksaan mendadak di jalan meningkat di provinsi terdampak.