1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Perancis
  4. /
  5. Bandara Nice Côte d’Azur Perluas Penggunaan Gerbang Elektronik PARAFE untuk Warga Inggris dan Amerika Serikat

Bandara Nice Côte d’Azur Perluas Penggunaan Gerbang Elektronik PARAFE untuk Warga Inggris dan Amerika Serikat

Mei 23, 2026
·
Bandara Nice Côte d’Azur Perluas Penggunaan Gerbang Elektronik PARAFE untuk Warga Inggris dan Amerika Serikat
Polisi perbatasan Prancis di Bandara Nice Côte d’Azur diam-diam mengaktifkan pengaturan baru pada sistem gerbang pintar PARAFE (Passage Automatisé Rapide aux Frontières Extérieures) pada 22 Mei. Untuk pertama kalinya sejak penerapan Sistem Masuk/Keluar Uni Eropa (EES) pasca-Brexit, pemegang paspor Inggris dan Amerika—baik yang tinggal di Prancis maupun pengunjung jangka pendek—diundang menggunakan gerbang e-gate pengenalan wajah yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi pelancong dari UE/EEA. Manajemen bandara kepada surat kabar lokal The Connexion menyatakan langkah ini bertujuan untuk “mengurangi kepadatan loket manual selama lonjakan musim panas” sementara kios swalayan EES penuh masih tertunda.

Bandara Nice Côte d’Azur Perluas Penggunaan Gerbang Elektronik PARAFE untuk Warga Inggris dan Amerika Serikat


Para pelancong memasukkan paspor ke pembaca PARAFE; gerbang menangkap gambar langsung, memeriksa kecocokan dengan chip dan database “overstay” Schengen, dan—jika semua cocok—gerbang terbuka dalam sekitar 15 detik. Perubahan ini sedang diuji coba pada penerbangan dari London, New York, dan pasar Anglo-Saxon dengan volume tinggi lainnya. Petugas perbatasan tetap memiliki kewenangan untuk mengarahkan penumpang ke loket yang dijaga staf, dan untuk saat ini, e-gate hanya diaktifkan untuk “Semua Paspor” saat puncak kedatangan dari Inggris/AS.

Bandara Bordeaux mengonfirmasi sedang mengeksplorasi prosedur serupa, sementara Aéroports de Paris menyatakan akan meninjau hasilnya sebelum memutuskan penerapan di Charles-de-Gaulle dan Orly. Bagi manajer mobilitas, implikasinya langsung terasa: pelancong bisnis dari Inggris dan AS bisa menghemat 15-30 menit saat kedatangan dan keberangkatan, namun mereka harus mengelola ekspektasi—ketersediaan PARAFE bisa berubah tanpa pemberitahuan dan sistem ini belum mengumpulkan sidik jari yang nantinya akan menjadi wajib saat kios EES beroperasi penuh. Perusahaan tetap disarankan mengingatkan staf untuk menyediakan waktu koneksi yang cukup dan membawa bukti masuk Schengen sebelumnya guna menghindari tanda “overstay” yang tidak disengaja.
Sumber: The Connexion

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Perancis.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×