
Era baru perjalanan internasional tanpa kertas dari India mulai berjalan diam-diam bulan ini. Mulai 1 Juni 2026, penumpang yang terbang ke luar negeri dari bandara Delhi, Mumbai, Bengaluru, dan Hyderabad wajib menggunakan koridor pengenalan wajah DigiYatra yang didukung pemerintah untuk melewati pos pemeriksaan sebelum keberangkatan. Kebijakan ini—yang dijelaskan secara rinci dalam publikasi pada 13 Juni—mengubah wajah setiap penumpang menjadi token digital yang terhubung dengan Aadhaar dan boarding pass mereka, menggantikan pemeriksaan manual ID dan boarding pass yang berulang.
Bagi pelancong bisnis, perubahan ini sangat berarti: setelah boarding pass diunggah ke aplikasi DigiYatra minimal 48 jam sebelum keberangkatan, template biometrik yang sama membuka akses e-gate khusus di pintu masuk terminal, area pemeriksaan keamanan, dan loket imigrasi. Maskapai sudah mendorong klien korporat untuk memilih kursi lebih awal agar boarding pass tersedia tepat waktu untuk pendaftaran.
Kementerian Perhubungan Udara memperkirakan proses ini akan mengurangi waktu tunggu di bandara rata-rata 15-20 menit saat jam sibuk, sehingga mengurangi kemacetan kronis di pusat-pusat tersibuk India. Meski ada kekhawatiran soal privasi, pihak berwenang menegaskan template wajah yang terenkripsi disimpan di perangkat penumpang sendiri dan dihapus setelah 24 jam. Klausul perlindungan data dalam Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Digital 2025 mewajibkan operator, DigiYatra Foundation, menyimpan semua data biometrik di server yang berbasis di India dan mendapatkan persetujuan eksplisit dari pengguna.
Bagi perusahaan yang mengelola perjalanan kelompok, implikasi praktisnya adalah alur kerja baru sebelum penerbangan: manajer perjalanan harus mengarahkan karyawan untuk mengunggah selfie, memastikan paspor memiliki masa berlaku minimal enam bulan (yang masih diperiksa di imigrasi), dan menganggarkan waktu ekstra bagi pengguna baru yang belum familiar dengan tata letak e-gate. Maskapai seperti Air India dan IndiGo telah mendirikan ‘meja bantuan DigiYatra’ di zona check-in premium untuk membantu pelancong korporat selama masa transisi.
Ke depan, Kementerian Perhubungan Udara menyatakan jalur DigiYatra akan diperluas ke Chennai, Kolkata, dan Goa pada Desember, dan penumpang yang tidak mendaftar bisa menghadapi antrean lebih panjang di loket manual. Perusahaan multinasional dengan jadwal regional yang padat disarankan untuk mewajibkan pendaftaran aplikasi dalam kebijakan perjalanan India mereka sebelum musim festival puncak tiba.
Bagi pelancong bisnis, perubahan ini sangat berarti: setelah boarding pass diunggah ke aplikasi DigiYatra minimal 48 jam sebelum keberangkatan, template biometrik yang sama membuka akses e-gate khusus di pintu masuk terminal, area pemeriksaan keamanan, dan loket imigrasi. Maskapai sudah mendorong klien korporat untuk memilih kursi lebih awal agar boarding pass tersedia tepat waktu untuk pendaftaran.
Kementerian Perhubungan Udara memperkirakan proses ini akan mengurangi waktu tunggu di bandara rata-rata 15-20 menit saat jam sibuk, sehingga mengurangi kemacetan kronis di pusat-pusat tersibuk India. Meski ada kekhawatiran soal privasi, pihak berwenang menegaskan template wajah yang terenkripsi disimpan di perangkat penumpang sendiri dan dihapus setelah 24 jam. Klausul perlindungan data dalam Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Digital 2025 mewajibkan operator, DigiYatra Foundation, menyimpan semua data biometrik di server yang berbasis di India dan mendapatkan persetujuan eksplisit dari pengguna.
Bagi perusahaan yang mengelola perjalanan kelompok, implikasi praktisnya adalah alur kerja baru sebelum penerbangan: manajer perjalanan harus mengarahkan karyawan untuk mengunggah selfie, memastikan paspor memiliki masa berlaku minimal enam bulan (yang masih diperiksa di imigrasi), dan menganggarkan waktu ekstra bagi pengguna baru yang belum familiar dengan tata letak e-gate. Maskapai seperti Air India dan IndiGo telah mendirikan ‘meja bantuan DigiYatra’ di zona check-in premium untuk membantu pelancong korporat selama masa transisi.
Ke depan, Kementerian Perhubungan Udara menyatakan jalur DigiYatra akan diperluas ke Chennai, Kolkata, dan Goa pada Desember, dan penumpang yang tidak mendaftar bisa menghadapi antrean lebih panjang di loket manual. Perusahaan multinasional dengan jadwal regional yang padat disarankan untuk mewajibkan pendaftaran aplikasi dalam kebijakan perjalanan India mereka sebelum musim festival puncak tiba.
Sumber: NotInTown