
Apa yang dimulai sebagai aksi damai “No-G7” di tepi danau Jenewa berubah menjadi kerusuhan pada Minggu siang, 14 Juni, ketika ratusan pengunjuk rasa berpakaian hitam mencoba menerobos barikade polisi di dekat jembatan Mont-Blanc. Polisi anti huru-hara Swiss merespons dengan meriam air, sementara gendarmerie Prancis menutup pintu keluar Pont du Mont-Blanc untuk mencegah demonstran kembali ke Prancis. Setidaknya 23 orang ditahan. Eskalasi ini memicu penutupan belum pernah terjadi sebelumnya pada jaringan transportasi umum utama Jenewa. Pada pukul 12:00, Transports publics genevois (TPG) menarik semua layanan troli bus dan memangkas sebagian besar jalur trem, dengan alasan keselamatan dan kebutuhan menjaga jalan tetap kosong untuk kendaraan darurat. Penggantian bus tidak bisa diatur karena sopir terjebak dalam antrean lima kilometer di pos perbatasan Bardonnex dan Ferney-Voltaire. Paralisis ini menyebar ke Prancis dalam hitungan menit: ribuan pekerja lintas batas tidak bisa pulang untuk shift malam di Annemasse, sementara pembeli dari Haute-Savoie terjebak di pusat kota Jenewa. Tarif layanan ride-hailing melonjak di atas CHF 120 untuk perjalanan 10 kilometer ke St-Julien-en-Genevois. Bandara Jenewa, yang masih beroperasi, menyarankan penumpang penerbangan malam untuk naik kereta regional Léman Express—salah satu layanan yang tidak terdampak. Bagi tim mobilitas perusahaan, pesan ini jelas: demonstrasi politik di luar negeri dapat berdampak langsung pada operasional staf dan fasilitas Prancis. Perusahaan harus menambahkan kalender protes Swiss ke daftar pemantauan mereka dan menyediakan opsi perjalanan multimoda bagi pekerja lintas batas. Perusahaan dengan pengiriman barang yang sangat mendesak sebaiknya menghindari rute terakhir melalui Jenewa sampai KTT selesai. TPG memperkirakan layanan normal akan pulih sebelum jam sibuk Senin pagi, namun memperingatkan bahwa penutupan bergilir bisa terjadi lagi jika ada aksi baru. Otoritas regional Prancis telah memberikan izin sementara untuk operator bus antar Annecy-Jenewa, namun sopir harus memiliki pas QR-code perbatasan yang kini wajib selama pekan KTT.