
Dalam wawancara pada 23 Juni 2026 yang dipublikasikan oleh portal spesialis ETIAS Pro, Wakil Direktur Eksekutif Frontex, Uku Särekanno, memperingatkan bahwa para pelancong harus bersiap menghadapi waktu tunggu yang lebih lama di perbatasan luar Schengen setidaknya hingga tahun 2028. Sistem Masuk/Keluar Uni Eropa (EES), yang telah beroperasi penuh sejak April, merekam data biometrik semua warga negara non-Uni Eropa—termasuk warga Brasil—menggantikan cap paspor. Menurut Särekanno, proses pendaftaran pertama kali masih menjadi kendala utama: “Petugas perbatasan harus mengambil empat sidik jari dan gambar wajah; itu saja bisa menambah waktu 60–90 detik per penumpang.” Uji coba di Lisbon, Madrid, dan Paris-CDG menunjukkan waktu antrean meningkat tiga kali lipat saat puncak kedatangan dari wilayah Atlantik Selatan. Setelah data pelancong tersimpan dalam sistem, proses lintas batas berikutnya menjadi lebih cepat, namun infrastruktur bandara dan jumlah staf perlu waktu “satu hingga dua musim panas” untuk stabil. Pejabat Frontex tersebut juga mengonfirmasi bahwa batas waktu hukum bagi negara anggota untuk menangguhkan EES karena alasan operasional akan berakhir pada September, artinya bandara harus beradaptasi, bukan menunda. Ia mendorong maskapai untuk mengatur jadwal keberangkatan dari pasar bebas visa seperti Brasil secara bertahap dan mengingatkan penumpang tentang aturan masa berlaku paspor sebelum keberangkatan yang kini otomatis diterapkan oleh EES. Bagi perusahaan Brasil, pesannya adalah menyiapkan waktu tambahan dalam jadwal perjalanan ke Eropa dan memastikan karyawan memiliki paspor yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir—sebuah detail teknis yang sering terabaikan namun kini tidak akan diabaikan oleh gerbang EES. Manajer perjalanan juga harus mempersiapkan fase berikutnya: peluncuran ETIAS pada kuartal keempat 2026, yang akan menambah langkah otorisasi sebelum perjalanan.
Sumber: ETIAS Pro