
Kewajiban baru Spanyol di bawah Pakta Uni Eropa tentang Migrasi dan Suaka (PEMA) diuji pada dini hari 26 Juni, ketika Hakim Julio Mazuecos mengizinkan pemulangan 85 dari 119 migran Afrika Barat yang tiba awal pekan ini dengan perahu kayu di La Restinga, El Hierro. Berdasarkan PEMA, migran yang tertangkap setelah kedatangan maritim tidak resmi dapat ditahan hingga 60 hari di pusat penahanan imigrasi khusus (CIE) sementara pihak berwenang memverifikasi identitas, mengurus dokumen perjalanan, dan mengatur penerbangan pemulangan bersama Uni Eropa. Sebelumnya, polisi di Kepulauan Canary jarang mengajukan perintah penahanan massal karena keterbatasan kapasitas CIE di daratan utama; kerangka kerja baru ini, bersama dengan pendanaan tambahan untuk kapasitas penerbangan charter, mengubah situasi tersebut. Kelompok ini—didominasi warga negara Gambia, Guinea, Pantai Gading, Guinea-Bissau, Senegal, dan Mali—akan tetap sementara di fasilitas darurat San Andrés sebelum dipindahkan ke pusat di daratan utama. Tujuh wanita dan lima anak di bawah umur dikecualikan dari perintah deportasi; klaim suaka mereka akan diproses melalui prosedur perbatasan yang dipercepat. Bagi pengusaha dan manajer relokasi, putusan ini menandakan sikap yang lebih tegas terhadap pelanggaran masa tinggal dan keberadaan tidak resmi setelah diberlakukannya PEMA pada 12 Juni. Perusahaan yang mengirim staf ke Spanyol untuk tugas singkat harus memastikan jadwal visa dan izin kerja dipatuhi dengan ketat; pelanggar masa tinggal kini menghadapi pemulangan lebih cepat dan kemungkinan larangan masuk kembali ke wilayah Schengen selama lima tahun. Keputusan ini juga menimbulkan pertanyaan praktis mengenai kapasitas CIE dan kecepatan pengorganisasian penerbangan pemulangan—isu yang mungkin memengaruhi perencanaan mobilitas sepanjang 2026.
Sumber: El Diario Canarias Ahora