
Shanghai memulai musim konsumsi internasional “Summer in Shanghai” selama empat bulan pada malam 3 Juli dengan target yang sangat jelas: wisatawan internasional. Dalam wawancara dengan media domestik dan asing saat tur lokasi pada 4 Juli, Liu Min, wakil direktur Komisi Perdagangan Kota Shanghai, mengatakan kota ini ingin menjadikan liburan musim panas sebagai “musim puncak pengeluaran wisatawan masuk.”
Untuk mewujudkannya, pihak berwenang dan penyedia layanan utama meluncurkan versi 2.0 dari paket layanan wisatawan masuk kota ini. Enam area telah ditingkatkan—transportasi, akomodasi, layanan concierge khusus, kemudahan digital, pembayaran, dan belanja bebas pajak. Langkah praktis meliputi kartu transportasi “Shanghai Pass” edisi luar negeri dengan teknologi NFC, bantuan multibahasa berbasis AI dalam dompet “Inbound Pass” yang didukung UnionPay, serta diskon penerbangan bertema dari China Eastern Airlines.
Model “pemeriksaan acak” baru di bawah aturan Pengembalian Pajak Keberangkatan 2.0 nasional berarti sebagian besar pelancong dengan pengeluaran di bawah RMB 10.000 tidak perlu membuka koper di Bea Cukai, sehingga waktu antrean berkurang setengahnya. Sektor komersial juga turut berkontribusi. Visa menetapkan blok-blok baru yang ramah “tap-to-pay,” sementara Ant Group mensubsidi 30.000 pedagang untuk memasang terminal QR satu sentuhan yang menerima lebih dari 200 dompet asing.
Sebelas acara unggulan—mulai dari Shanghai ATP 1000 tenis masters hingga Festival Cahaya & Bayangan Internasional Shanghai ketiga—dikemas dengan paket hotel dan tiket untuk mendorong masa tinggal lebih lama. CEO Jones Lang LaSalle China, Zhang Jing, mengatakan tumpang tindih antara perluasan bebas visa, pengembalian pajak yang lebih cepat, dan kalender festival yang padat menjadikan kampanye ini “sebagai uji coba bagaimana kota-kota besar di China dapat mengubah kebijakan perbatasan yang longgar menjadi konsumsi nyata.”
Tingkat hunian hotel bintang lima sudah mencapai 58,8 persen dalam lima bulan pertama 2026, dan kota ini memperkirakan pertumbuhan dua digit pada tarif harian rata-rata selama liburan musim panas. Bagi perusahaan yang memindahkan staf masuk dan keluar Shanghai, kabar ini juga positif. Pendaftaran kedatangan elektronik yang lebih cepat, peningkatan tanda bahasa Inggris di seluruh kota, dan kartu transit digital yang dapat diterbitkan sebelum mendarat mengurangi biaya gesekan untuk penugasan jangka pendek.
Manajer mobilitas pun menyarankan eksekutif untuk menjadwalkan perjalanan bebas visa sesuai kalender festival agar dapat memaksimalkan keterlibatan klien sekaligus kepuasan karyawan.
Untuk mewujudkannya, pihak berwenang dan penyedia layanan utama meluncurkan versi 2.0 dari paket layanan wisatawan masuk kota ini. Enam area telah ditingkatkan—transportasi, akomodasi, layanan concierge khusus, kemudahan digital, pembayaran, dan belanja bebas pajak. Langkah praktis meliputi kartu transportasi “Shanghai Pass” edisi luar negeri dengan teknologi NFC, bantuan multibahasa berbasis AI dalam dompet “Inbound Pass” yang didukung UnionPay, serta diskon penerbangan bertema dari China Eastern Airlines.
Model “pemeriksaan acak” baru di bawah aturan Pengembalian Pajak Keberangkatan 2.0 nasional berarti sebagian besar pelancong dengan pengeluaran di bawah RMB 10.000 tidak perlu membuka koper di Bea Cukai, sehingga waktu antrean berkurang setengahnya. Sektor komersial juga turut berkontribusi. Visa menetapkan blok-blok baru yang ramah “tap-to-pay,” sementara Ant Group mensubsidi 30.000 pedagang untuk memasang terminal QR satu sentuhan yang menerima lebih dari 200 dompet asing.
Sebelas acara unggulan—mulai dari Shanghai ATP 1000 tenis masters hingga Festival Cahaya & Bayangan Internasional Shanghai ketiga—dikemas dengan paket hotel dan tiket untuk mendorong masa tinggal lebih lama. CEO Jones Lang LaSalle China, Zhang Jing, mengatakan tumpang tindih antara perluasan bebas visa, pengembalian pajak yang lebih cepat, dan kalender festival yang padat menjadikan kampanye ini “sebagai uji coba bagaimana kota-kota besar di China dapat mengubah kebijakan perbatasan yang longgar menjadi konsumsi nyata.”
Tingkat hunian hotel bintang lima sudah mencapai 58,8 persen dalam lima bulan pertama 2026, dan kota ini memperkirakan pertumbuhan dua digit pada tarif harian rata-rata selama liburan musim panas. Bagi perusahaan yang memindahkan staf masuk dan keluar Shanghai, kabar ini juga positif. Pendaftaran kedatangan elektronik yang lebih cepat, peningkatan tanda bahasa Inggris di seluruh kota, dan kartu transit digital yang dapat diterbitkan sebelum mendarat mengurangi biaya gesekan untuk penugasan jangka pendek.
Manajer mobilitas pun menyarankan eksekutif untuk menjadwalkan perjalanan bebas visa sesuai kalender festival agar dapat memaksimalkan keterlibatan klien sekaligus kepuasan karyawan.
Sumber: Yicai