
Kementerian Luar Negeri Jerman pada 4 Juli memperbarui peringatan perjalanan dan keamanan untuk India, mempertahankan peringatan perjalanan parsial namun menambahkan paragraf baru di bagian “Masuk dan Bea Cukai” yang menyoroti gangguan pembayaran dan keterlambatan pemrosesan di portal e-Visa India—khususnya untuk visa e-Bisnis. Berlin menganjurkan para pelancong untuk mengajukan permohonan setidaknya empat hari sebelumnya, membawa salinan cetak Electronic Travel Authorisation, dan siap jika konsulat meminta aplikasi kertas dalam kasus yang rumit. Peringatan ini mencerminkan keluhan dari UKM Jerman yang mengalami gangguan mendadak pada portal yang mengancam jadwal pemasangan proyek mesin. Pihak berwenang India belum melaporkan masalah sistemik, namun Kelompok Kerja Bersama bilateral tentang Pariwisata diperkirakan akan membahas standar kinerja platform e-Visa pada kuartal ini. Bagi tim mobilitas, pembaruan ini menjadi pengingat bahwa visa e-Bisnis, meskipun secara nominal cepat, tidak bebas risiko. Perusahaan disarankan untuk menyediakan waktu cadangan dan menyimpan surat dukungan FRRO untuk klarifikasi saat kedatangan.
Sumber: Auswärtiges Amt