
Delegasi Komite Perumahan Lok Sabha yang dipimpin oleh Anggota Parlemen Dr. Mahesh Sharma mengunjungi Bandara Internasional Noida (NIA) yang sedang dalam tahap konstruksi pada 3 Juli 2026 untuk menilai kemajuan serta kesiapan agen pengelola perbatasan yang akan mengoperasikan pintu gerbang global terbaru India. Pejabat dari Otoritas Bandara India, Biro Imigrasi (BoI), Biro Keamanan Penerbangan Sipil, dan Pasukan Keamanan Industri Pusat memberikan pengarahan kepada anggota parlemen mengenai e-gate, kios kontrol paspor otomatis, dan jalur cepat khusus untuk diplomat serta penyandang disabilitas. Bandara yang dijadwalkan membuka Fase 1 pada Maret 2027 ini akan menjadi yang pertama di India yang menggunakan perjalanan biometrik satu token dari pinggir jalan hingga gerbang, mengintegrasikan pengenalan wajah Digi Yatra dengan basis data imigrasi. Anggota komite meminta jaminan bahwa BoI akan memiliki jalur rekrutmen permanen untuk menghindari kekurangan staf seperti yang terjadi di IGI Delhi pada akhir 2025. Mereka juga mendorong adanya “jalur hijau” bagi insinyur MRO asing dan penangan kargo untuk mempercepat waktu perputaran pesawat, dengan menjadikan Bandara Changi Singapura sebagai acuan. Dari sudut pandang manajemen ekspatriat, keberadaan NIA di tenggara Delhi dapat mempersingkat waktu perjalanan bagi perusahaan multinasional yang berbasis di Noida dan Greater Noida serta mengurangi kemacetan slot di IGI. Perusahaan relokasi memperkirakan permintaan sewa di koridor Yamuna Expressway akan melonjak setelah penerbangan internasional pertama diumumkan. Kunjungan lapangan komite ini menandai peningkatan pengawasan parlemen terhadap proyek infrastruktur besar dengan implikasi lintas batas. Laporan kemajuan mingguan kini akan disampaikan di Lok Sabha, menjaga tekanan pada kontraktor untuk memenuhi jadwal dan pada agen perbatasan agar menyelesaikan uji integrasi sistem pada kuartal keempat 2026.
Sumber: Indian PSU