
Dalam pembaruan terbaru yang diterbitkan pada 15 Juli 2026, Kantor Luar Negeri, Persemakmuran & Pembangunan Inggris (FCDO) mengingatkan para pelancong bahwa Wilayah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan tidak akan menerima paspor British National (Overseas) (BN(O)) sebagai dokumen perjalanan yang sah atau bukti identitas. Menurut hukum Hong Kong, individu yang memiliki kewarganegaraan Tiongkok dan Inggris sekaligus dapat diperlakukan hanya sebagai warga negara Tiongkok saat memasuki atau tinggal di wilayah tersebut. Konsulat Jenderal Inggris memperingatkan bahwa kemampuan mereka untuk memberikan bantuan konsuler bisa terbatas, bahkan jika pelancong tiba dengan paspor warga negara Inggris penuh. Pemegang paspor yang telah secara resmi melepaskan kewarganegaraan Tiongkok disarankan untuk membawa dokumen pendukung saat memasuki atau transit di kota tersebut. Pesan yang diperkuat ini muncul seiring semakin banyak warga Hong Kong yang menggunakan jalur BN(O) ke Inggris dan meningkatnya perjalanan bisnis antara kedua wilayah. Perusahaan dengan staf ekspatriat atau yang sering bepergian dianjurkan untuk meninjau kebijakan mobilitas internal, memastikan karyawan memahami paspor atau dokumen perjalanan mana yang harus ditunjukkan di pos imigrasi serta perlindungan apa yang berlaku (atau tidak berlaku) setelah berada di Hong Kong. Secara praktis, pembaruan ini berarti pemegang status BN(O) yang kembali untuk tugas jangka pendek atau kunjungan keluarga harus bepergian menggunakan paspor HKSAR (jika memenuhi syarat) atau Surat Izin Pulang ke Rumah (Home Return Permit). Tim HR juga harus memberikan pengarahan kepada warga negara ganda tentang risiko membawa beberapa paspor dan keterbatasan bantuan konsuler yang tersedia. Bagi perusahaan yang memindahkan tenaga kerja masuk dan keluar Hong Kong, panduan jelas mengenai penggunaan dokumen dapat mencegah keterlambatan di bandara dan potensi masalah hukum.