
Singapore Airlines (SIA) mengumumkan peningkatan kapasitas signifikan ke Inggris dengan rencana menambah frekuensi penerbangan mingguan dari 35 menjadi 49 keberangkatan mulai 25 Oktober 2026, melayani London Heathrow, London Gatwick, dan Manchester. Peningkatan utama adalah layanan dua kali sehari ke Gatwick, hanya dua tahun setelah rute ini diluncurkan. Heathrow tetap dengan empat penerbangan harian, sementara Manchester mempertahankan satu penerbangan harian. Penambahan 14 frekuensi ini menambah hampir 5.000 kursi mingguan di pasar UK-Singapura—berita baik bagi perusahaan dengan operasi di Asia-Pasifik. Pembeli tiket menyatakan kapasitas ekstra ini akan memperbaiki ketersediaan tarif di kelas premium selama musim konferensi musim gugur, sementara pengirim barang mengantisipasi ruang kargo tambahan untuk produk farmasi dan elektronik bernilai tinggi. Pertumbuhan Gatwick memperluas jejak SIA di London dan menjadi alternatif dari slot yang padat di Heathrow. Bagi penumpang di luar London, layanan harian Airbus A350 dari Manchester memberikan opsi langsung tanpa perlu koneksi domestik, penting mengingat gangguan kereta api ke bandara selatan. SIA menyebutkan permintaan yang kuat dan berkelanjutan dari segmen wisata dan kunjungan keluarga di Inggris, serta lalu lintas transfer yang tinggi ke Australia, Indonesia, dan Malaysia. Maskapai juga menyoroti permintaan korporat terkait keanggotaan Inggris dalam perjanjian perdagangan CPTPP, yang diperkirakan akan mendorong investasi bilateral. Langkah ini dilakukan saat maskapai Timur Tengah meningkatkan frekuensi penerbangan, memperketat persaingan di rute Eropa-Asia. Para pengamat pasar akan mengamati apakah SIA akan menggunakan Boeing 777-9 baru di rute Gatwick setelah pengiriman dimulai pada 2027, yang akan semakin meningkatkan kapasitas dan diferensiasi produk.