
Para pelancong India yang berharap menghabiskan awal September di Italia kini berebut slot visa setelah pelamar melaporkan pada 2 Agustus bahwa janji temu di VFS Mumbai menjadi “hampir mustahil” untuk didapatkan. Seorang pelamar yang ingin berangkat pada 4 September diberi tahu bahwa slot biometrik berikutnya yang tersedia bisa 45 hari lagi, sehingga perjalanan tersebut praktis batal. Mereka yang berhasil mendapatkan slot masih harus menunggu proses selama 10 hingga 14 hari kerja, menurut umpan balik dari komunitas.
Apa penyebab kemacetan ini? Sumber konsuler menyebutkan dua faktor utama: permintaan keluar puncak dari negara bagian barat India bertepatan dengan keterbatasan staf di Konsulat Jenderal Italia di Mumbai, yang sementara beroperasi dengan jumlah pegawai berkurang karena pembaruan sistem TI. Konsulat meminta VFS untuk membatasi jumlah penerimaan harian, mengurangi kapasitas sekitar 30%.
Bagi manajer mobilitas, dampaknya cukup besar. Perusahaan yang berbasis di Maharashtra menyumbang hampir sepertiga ekspor teknik India ke Italia, dan perjalanan mendadak untuk audit pabrik atau partisipasi pameran dagang kini terancam gagal. Beberapa perusahaan mengalihkan perjalanan melalui kantor yang ditangani Roma (Delhi atau Bangalore) atau menggunakan Belanda sebagai titik masuk pertama untuk mendapatkan visa Schengen lebih cepat sebelum melanjutkan ke Italia.
Para ahli menyarankan pelancong untuk memantau portal VFS pada jam-jam sepi—batch baru kadang muncul tengah malam waktu India—dan mempertimbangkan layanan premium lounge yang menyediakan sejumlah slot walk-in pada hari yang sama. Jika waktu terlalu mepet, beralih ke pertemuan virtual atau menunda hingga akhir September mungkin satu-satunya pilihan yang memungkinkan.
Krisis ini menyoroti kerentanan ekosistem visa India yang dialihdayakan, di mana satu gangguan konsuler saja bisa membuat ribuan calon pengunjung terjebak.
Apa penyebab kemacetan ini? Sumber konsuler menyebutkan dua faktor utama: permintaan keluar puncak dari negara bagian barat India bertepatan dengan keterbatasan staf di Konsulat Jenderal Italia di Mumbai, yang sementara beroperasi dengan jumlah pegawai berkurang karena pembaruan sistem TI. Konsulat meminta VFS untuk membatasi jumlah penerimaan harian, mengurangi kapasitas sekitar 30%.
Bagi manajer mobilitas, dampaknya cukup besar. Perusahaan yang berbasis di Maharashtra menyumbang hampir sepertiga ekspor teknik India ke Italia, dan perjalanan mendadak untuk audit pabrik atau partisipasi pameran dagang kini terancam gagal. Beberapa perusahaan mengalihkan perjalanan melalui kantor yang ditangani Roma (Delhi atau Bangalore) atau menggunakan Belanda sebagai titik masuk pertama untuk mendapatkan visa Schengen lebih cepat sebelum melanjutkan ke Italia.
Para ahli menyarankan pelancong untuk memantau portal VFS pada jam-jam sepi—batch baru kadang muncul tengah malam waktu India—dan mempertimbangkan layanan premium lounge yang menyediakan sejumlah slot walk-in pada hari yang sama. Jika waktu terlalu mepet, beralih ke pertemuan virtual atau menunda hingga akhir September mungkin satu-satunya pilihan yang memungkinkan.
Krisis ini menyoroti kerentanan ekosistem visa India yang dialihdayakan, di mana satu gangguan konsuler saja bisa membuat ribuan calon pengunjung terjebak.
Sumber: Reddit – r/SchengenVisa