
Cathay Pacific telah meluncurkan kembali layanan langsung musiman antara Bandara Internasional Hong Kong (HKG) dan Adelaide (ADL), menandai kembalinya penuh maskapai ini ke Australia Selatan setelah jeda akibat pandemi. Penerbangan pertama berangkat dari Hong Kong pada malam 11 November dan tiba di Adelaide keesokan paginya, meskipun pengumuman resmi baru diterbitkan pada 15 November 2025. Dengan frekuensi tiga kali seminggu menggunakan pesawat Airbus A350-900, rute ini menghidupkan kembali jalur penting untuk bisnis dan wisata yang sudah ada sejak 1992.
Bagi perusahaan Australia, layanan yang dipulihkan ini bukan sekadar untuk pariwisata—waktu perjalanan rata-rata dari pintu ke pintu ke daratan China dipangkas empat hingga enam jam dibandingkan transit melalui Sydney atau Melbourne, serta menawarkan koneksi satu hari ke lebih dari 100 destinasi di Asia dan Eropa melalui hub Cathay di Hong Kong. Pelanggan kargo juga mendapatkan kapasitas tambahan di ruang kargo pesawat, melengkapi layanan kargo Cathay yang terbang dua kali seminggu ke Pasifik Barat Daya, serta memberikan akses lebih cepat bagi eksportir anggur dan hasil laut Australia Selatan ke pasar Asia Utara.
Kembalinya rute Adelaide menjadikan jaringan Cathay di Australia mencakup enam kota—Adelaide, Brisbane, Cairns (musiman), Melbourne, Perth, dan Sydney—sementara maskapai ini juga meningkatkan frekuensi penerbangan di Brisbane dan Perth menjadi dua kali sehari menjelang puncak musim panas selatan. Para analis industri melihat langkah ini sebagai tantangan kompetitif terhadap Qantas dan Singapore Airlines, yang saat ini menguasai lalu lintas premium antara ibu kota sekunder Australia dan Asia Utara.
Bagi manajer mobilitas, penerbangan ini menawarkan keuntungan praktis: para pekerja yang ditugaskan kini dapat menyelesaikan rotasi Asia–Adelaide tanpa stres koneksi domestik yang sering terjadi pada kedatangan malam hari di Sydney atau Melbourne. Jadwal Cathay—Hong Kong 23:30 → Adelaide 10:30 (+1) dan Adelaide 12:00 → Hong Kong 17:45—sangat cocok dengan waktu rapat pagi di kedua kota, memungkinkan perjalanan bisnis dua hingga tiga hari dengan kelelahan zona waktu yang minimal.
Data dari Tourism Australia menunjukkan kedatangan wisatawan dari Hong Kong ke Australia Selatan masih 32 persen lebih rendah dibandingkan level 2019 pada pertengahan 2025. Para pejabat berharap jalur yang diperbarui ini dapat meningkatkan jumlah pengunjung dengan pengeluaran tinggi, terutama selama musim festival Adelaide, serta memperkuat hubungan pendidikan: Universitas Adelaide sebelumnya menampung 1.400 mahasiswa dari Hong Kong sebelum COVID, pasar yang ingin dibangun kembali institusi ini di bawah rezim pemrosesan visa MD 115 yang baru.
Bagi perusahaan Australia, layanan yang dipulihkan ini bukan sekadar untuk pariwisata—waktu perjalanan rata-rata dari pintu ke pintu ke daratan China dipangkas empat hingga enam jam dibandingkan transit melalui Sydney atau Melbourne, serta menawarkan koneksi satu hari ke lebih dari 100 destinasi di Asia dan Eropa melalui hub Cathay di Hong Kong. Pelanggan kargo juga mendapatkan kapasitas tambahan di ruang kargo pesawat, melengkapi layanan kargo Cathay yang terbang dua kali seminggu ke Pasifik Barat Daya, serta memberikan akses lebih cepat bagi eksportir anggur dan hasil laut Australia Selatan ke pasar Asia Utara.
Kembalinya rute Adelaide menjadikan jaringan Cathay di Australia mencakup enam kota—Adelaide, Brisbane, Cairns (musiman), Melbourne, Perth, dan Sydney—sementara maskapai ini juga meningkatkan frekuensi penerbangan di Brisbane dan Perth menjadi dua kali sehari menjelang puncak musim panas selatan. Para analis industri melihat langkah ini sebagai tantangan kompetitif terhadap Qantas dan Singapore Airlines, yang saat ini menguasai lalu lintas premium antara ibu kota sekunder Australia dan Asia Utara.
Bagi manajer mobilitas, penerbangan ini menawarkan keuntungan praktis: para pekerja yang ditugaskan kini dapat menyelesaikan rotasi Asia–Adelaide tanpa stres koneksi domestik yang sering terjadi pada kedatangan malam hari di Sydney atau Melbourne. Jadwal Cathay—Hong Kong 23:30 → Adelaide 10:30 (+1) dan Adelaide 12:00 → Hong Kong 17:45—sangat cocok dengan waktu rapat pagi di kedua kota, memungkinkan perjalanan bisnis dua hingga tiga hari dengan kelelahan zona waktu yang minimal.
Data dari Tourism Australia menunjukkan kedatangan wisatawan dari Hong Kong ke Australia Selatan masih 32 persen lebih rendah dibandingkan level 2019 pada pertengahan 2025. Para pejabat berharap jalur yang diperbarui ini dapat meningkatkan jumlah pengunjung dengan pengeluaran tinggi, terutama selama musim festival Adelaide, serta memperkuat hubungan pendidikan: Universitas Adelaide sebelumnya menampung 1.400 mahasiswa dari Hong Kong sebelum COVID, pasar yang ingin dibangun kembali institusi ini di bawah rezim pemrosesan visa MD 115 yang baru.
Sumber: Travel and Tour World