
Musim kabut musim dingin tiba dengan hebat pada dini hari 20 November, mengganggu operasional di Bandara Internasional Dubai (DXB)—pusat tersibuk dunia untuk penumpang internasional. Antara pukul 04:00 hingga 09:00 waktu setempat, jarak pandang turun di bawah 200 meter, memaksa pengendali lalu lintas udara mengalihkan 19 penerbangan masuk ke Abu Dhabi, Muscat, dan Dammam.
Operator DXB menyatakan sedang bekerja "dengan koordinasi erat bersama maskapai dan pengendali lalu lintas udara untuk menstabilkan operasional," namun penumpang melaporkan keterlambatan hingga empat jam sebelum pesawat bisa mendapatkan slot baru. Emirates dan flydubai mengakomodasi ulang penumpang transit, sementara staf darat membagikan voucher makan di Terminal 3. Jadwal kargo juga terdampak, dengan barang mudah rusak yang sangat mendesak dialihkan ke Bandara Internasional Al Maktoum (DWC).
Mengapa ini penting: Episode kabut dari November hingga Februari memang biasa terjadi, namun skala gangguan Kamis lalu menyoroti tekanan kapasitas saat lalu lintas DXB melampaui puncak sebelum pandemi. Bagi tim mobilitas global, insiden ini menegaskan perlunya rute cadangan selama musim dingin Teluk—terutama bagi kru teknis yang masuk dengan visa singkat yang masa tinggalnya mulai dihitung dari cap masuk awal.
Saran operasional: 1) Sarankan pelancong memantau status penerbangan lewat aplikasi maskapai dan menambah waktu koneksi; 2) atur pemesanan hotel yang fleksibel; 3) pastikan visa dengan batas waktu ketat (misalnya visa transit 48 jam) diperbarui jika pelabuhan kedatangan berubah. Perusahaan yang mengirim komponen bernilai tinggi lewat DXB sebaiknya mempertimbangkan opsi airwaybill ganda melalui DWC atau Doha selama koridor kabut Desember–Januari.
Dalam jangka panjang, kejadian ini memperkuat alasan untuk sistem ‘Integrated Air Traffic Flow Management’ yang direncanakan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Umum UAE dan akan diluncurkan pada 2026, memungkinkan pertukaran slot dinamis antar bandara di Teluk.
Operator DXB menyatakan sedang bekerja "dengan koordinasi erat bersama maskapai dan pengendali lalu lintas udara untuk menstabilkan operasional," namun penumpang melaporkan keterlambatan hingga empat jam sebelum pesawat bisa mendapatkan slot baru. Emirates dan flydubai mengakomodasi ulang penumpang transit, sementara staf darat membagikan voucher makan di Terminal 3. Jadwal kargo juga terdampak, dengan barang mudah rusak yang sangat mendesak dialihkan ke Bandara Internasional Al Maktoum (DWC).
Mengapa ini penting: Episode kabut dari November hingga Februari memang biasa terjadi, namun skala gangguan Kamis lalu menyoroti tekanan kapasitas saat lalu lintas DXB melampaui puncak sebelum pandemi. Bagi tim mobilitas global, insiden ini menegaskan perlunya rute cadangan selama musim dingin Teluk—terutama bagi kru teknis yang masuk dengan visa singkat yang masa tinggalnya mulai dihitung dari cap masuk awal.
Saran operasional: 1) Sarankan pelancong memantau status penerbangan lewat aplikasi maskapai dan menambah waktu koneksi; 2) atur pemesanan hotel yang fleksibel; 3) pastikan visa dengan batas waktu ketat (misalnya visa transit 48 jam) diperbarui jika pelabuhan kedatangan berubah. Perusahaan yang mengirim komponen bernilai tinggi lewat DXB sebaiknya mempertimbangkan opsi airwaybill ganda melalui DWC atau Doha selama koridor kabut Desember–Januari.
Dalam jangka panjang, kejadian ini memperkuat alasan untuk sistem ‘Integrated Air Traffic Flow Management’ yang direncanakan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Umum UAE dan akan diluncurkan pada 2026, memungkinkan pertukaran slot dinamis antar bandara di Teluk.
Sumber: News.az (citing Gulf News)