
Bandara-bandara di Irlandia bersiap menghadapi lonjakan penumpang Natal yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan hampir dua juta penumpang diperkirakan antara 19 Desember hingga 5 Januari. Bandara Dublin saja memproyeksikan 1,8 juta pelancong—naik 22 persen dibanding tahun lalu—rata-rata 96.000 penumpang per hari dengan puncak 110.000 pada 19 Desember dan 115.000 pada 28 Desember. Bandara Shannon memperkirakan 125.000 penumpang, meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya.
Untuk mengatasi lonjakan ini, daa telah menambah staf musiman, memperpanjang jam operasional jalur cepat, serta menghadirkan hiburan Natal seperti paduan suara lagu-lagu Natal dan stan pembungkus hadiah dadakan. Khusus bagi pelancong bisnis, kedua terminal Dublin kini menggunakan pemindai CT yang menghapus aturan cairan 100 ml dan memungkinkan laptop tetap dalam tas—langkah yang menurut bandara menjaga 95 persen penumpang melewati pemeriksaan keamanan dalam waktu kurang dari 20 menit.
Maskapai merespons dengan menambah lebih dari 40.000 kursi ekstra pada rute jarak pendek ke Inggris dan Eropa daratan. Ryanair menjalankan 22 penerbangan tambahan ke London saja, sementara Aer Lingus menggunakan pesawat berkapasitas lebih besar pada rute populer ke AS. Manajer mobilitas tetap disarankan mengingatkan karyawan untuk tiba minimal dua jam sebelum penerbangan jarak pendek dan tiga jam sebelum penerbangan transatlantik, karena antrean imigrasi masih bisa berubah saat puncak.
Lonjakan ini menguji batas hukum 32 juta penumpang per tahun di Bandara Dublin, yang menurut CEO Kenny Jacobs “harus dinaikkan awal 2026” demi menjaga konektivitas. Keputusan kini berada di tangan Dewan Kabupaten Fingal setelah penundaan pelaksanaan batas oleh Pengadilan Tinggi. Sementara itu, daa menunjuk Nick Cole—mantan direktur utama Bandara Cork—sebagai wakil CEO untuk mengawasi operasi Natal.
Bagi perusahaan, arus penumpang yang memecahkan rekor ini menegaskan pentingnya kebijakan tiket fleksibel dan jadwal perjalanan di luar jam sibuk. Perusahaan dengan perjalanan penting akhir tahun disarankan menggunakan bandara regional seperti Cork yang antreannya lebih singkat, atau memanfaatkan mitra penerbangan pribadi mengingat ketersediaan slot di terminal Penerbangan Umum Dublin.
Untuk mengatasi lonjakan ini, daa telah menambah staf musiman, memperpanjang jam operasional jalur cepat, serta menghadirkan hiburan Natal seperti paduan suara lagu-lagu Natal dan stan pembungkus hadiah dadakan. Khusus bagi pelancong bisnis, kedua terminal Dublin kini menggunakan pemindai CT yang menghapus aturan cairan 100 ml dan memungkinkan laptop tetap dalam tas—langkah yang menurut bandara menjaga 95 persen penumpang melewati pemeriksaan keamanan dalam waktu kurang dari 20 menit.
Maskapai merespons dengan menambah lebih dari 40.000 kursi ekstra pada rute jarak pendek ke Inggris dan Eropa daratan. Ryanair menjalankan 22 penerbangan tambahan ke London saja, sementara Aer Lingus menggunakan pesawat berkapasitas lebih besar pada rute populer ke AS. Manajer mobilitas tetap disarankan mengingatkan karyawan untuk tiba minimal dua jam sebelum penerbangan jarak pendek dan tiga jam sebelum penerbangan transatlantik, karena antrean imigrasi masih bisa berubah saat puncak.
Lonjakan ini menguji batas hukum 32 juta penumpang per tahun di Bandara Dublin, yang menurut CEO Kenny Jacobs “harus dinaikkan awal 2026” demi menjaga konektivitas. Keputusan kini berada di tangan Dewan Kabupaten Fingal setelah penundaan pelaksanaan batas oleh Pengadilan Tinggi. Sementara itu, daa menunjuk Nick Cole—mantan direktur utama Bandara Cork—sebagai wakil CEO untuk mengawasi operasi Natal.
Bagi perusahaan, arus penumpang yang memecahkan rekor ini menegaskan pentingnya kebijakan tiket fleksibel dan jadwal perjalanan di luar jam sibuk. Perusahaan dengan perjalanan penting akhir tahun disarankan menggunakan bandara regional seperti Cork yang antreannya lebih singkat, atau memanfaatkan mitra penerbangan pribadi mengingat ketersediaan slot di terminal Penerbangan Umum Dublin.