1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Inggris
  4. /
  5. Kementerian Dalam Negeri Tolak Permohonan Mendesak Akademisi Gaza untuk Menyatukan Keluarga di Inggris

Kementerian Dalam Negeri Tolak Permohonan Mendesak Akademisi Gaza untuk Menyatukan Keluarga di Inggris

Jan 10, 2026
·
Kementerian Dalam Negeri Tolak Permohonan Mendesak Akademisi Gaza untuk Menyatukan Keluarga di Inggris
Kementerian Dalam Negeri menolak untuk menghapus prosedur biometrik biasa bagi Bassem Abudagga, seorang mahasiswa PhD Palestina di York St John University yang berusaha membawa istri dan dua anak kecilnya keluar dari Gaza yang dilanda perang. Dalam surat sepanjang 22 halaman, departemen tersebut menyatakan bahwa situasi keluarga tersebut, meskipun sulit, tidak cukup “mendesak” untuk membenarkan pengecualian aturan yang mengharuskan pemohon memberikan sidik jari di Pusat Aplikasi Visa (VAC)—fasilitas yang kini tidak ada lagi di Gaza setelah berbulan-bulan pemboman.

Pejabat juga berargumen bahwa keinginan Abudagga untuk kembali ke kampung halaman setelah studi berarti masa tinggalnya di Inggris bersifat “sementara”, dan menyimpulkan bahwa anak-anaknya lebih baik tetap bersama ibu mereka di Gaza meskipun keluarga tersebut tinggal di tenda dan kekurangan layanan dasar. Keputusan ini menuai kritik tajam dari anggota parlemen, pengacara hak asasi manusia, dan pimpinan universitas, yang menuduh pemerintah menjalankan kebijakan tanpa rasa kemanusiaan dan pragmatisme.

Kementerian Dalam Negeri Tolak Permohonan Mendesak Akademisi Gaza untuk Menyatukan Keluarga di Inggris


Kasus ini menyoroti kekakuan aturan reuni keluarga di Inggris, yang jarang memberikan alternatif ketika infrastruktur VAC hancur akibat konflik. Pengacara dari Leigh Day telah mengajukan surat pra-tindakan yang menantang keputusan tersebut dan berargumen bahwa kebijakan yang ada memungkinkan penundaan biometrik sampai pemohon mencapai negara ketiga yang aman.

Bagi mahasiswa internasional dan institusi sponsor, kejadian ini menjadi pengingat bahwa jalur reuni keluarga standar bisa runtuh dalam kondisi konflik. Universitas-universitas kini meninjau protokol perawatan pastoral dan menyarankan mahasiswa terdampak untuk segera melibatkan penasihat hukum serta mengumpulkan bukti kebutuhan kemanusiaan secara lengkap.

Kementerian Dalam Negeri menolak berkomentar soal kasus individu, namun menyatakan bahwa mereka menyeimbangkan antara rasa kemanusiaan dan pertimbangan keamanan nasional. Anggota parlemen daerah pemilihan Abudagga, Rebecca Long-Bailey, telah menulis surat kepada Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood mendesak agar dilakukan peninjauan ulang secara mendesak.
Sumber: The Guardian

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Inggris.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×