
Badai musim dingin parah Goretti melanda Inggris pada 8–9 Januari, membawa angin kencang hingga 100 mph, salju lebat, dan es yang meluas sehingga memutus listrik di 70.000 rumah dan melumpuhkan transportasi nasional. British Airways membatalkan lebih dari 70 penerbangan di Heathrow saja, Bandara Birmingham menutup landasan pacu semalam, dan Bandara East Midlands menghentikan operasional saat tim berjuang membersihkan salju.
Operator kereta menghentikan layanan antar-kota utama, jalan raya tertutup oleh pohon tumbang, dan perusahaan menerapkan kebijakan kerja jarak jauh sesuai tanggung jawab mereka. Perusahaan manajemen perjalanan melaporkan lonjakan panggilan darurat saat eksekutif berusaha mengalihkan rute lewat Dublin, Paris, dan Amsterdam. Waktu perjalanan darat di Midlands dan Barat Daya menjadi dua kali lipat, dan beberapa perusahaan menyewa bus untuk memindahkan staf penting antar pusat regional.
Met Office mengeluarkan peringatan merah langka untuk sebagian Cornwall dan Devon serta memperpanjang peringatan kuning salju/es di sebagian besar Inggris, Wales, dan Skotlandia hingga Sabtu. Meskipun sebagian besar bandara dibuka kembali pada Jumat sore, maskapai memperingatkan adanya penundaan bergilir hingga akhir pekan saat pesawat dan kru dipindahkan.
National Grid mengembalikan listrik ke sebagian besar rumah yang terdampak dalam 24 jam, namun kawasan bisnis di Cornwall dan West Midlands masih gelap pada Jumat malam, sehingga permintaan dukungan generator meningkat. Institution of Occupational Safety and Health mengingatkan perusahaan bahwa cuaca ekstrem adalah “bahaya yang dapat diperkirakan” dan mendesak perusahaan untuk menguji rencana darurat sekarang, bukan saat badai berikutnya.
Tips praktis untuk manajer mobilitas meliputi menyimpan bukti keterlambatan untuk klaim asuransi, memeriksa batas hotel dan uang harian agar realistis selama gangguan, serta memastikan pengemudi mendapat pengarahan tentang protokol berkendara musim dingin. Para pelancong disarankan memantau aplikasi status penerbangan dan mengantisipasi kompensasi terbatas, karena cuaca ekstrem dikategorikan sebagai keadaan luar biasa menurut aturan EU261.
Operator kereta menghentikan layanan antar-kota utama, jalan raya tertutup oleh pohon tumbang, dan perusahaan menerapkan kebijakan kerja jarak jauh sesuai tanggung jawab mereka. Perusahaan manajemen perjalanan melaporkan lonjakan panggilan darurat saat eksekutif berusaha mengalihkan rute lewat Dublin, Paris, dan Amsterdam. Waktu perjalanan darat di Midlands dan Barat Daya menjadi dua kali lipat, dan beberapa perusahaan menyewa bus untuk memindahkan staf penting antar pusat regional.
Met Office mengeluarkan peringatan merah langka untuk sebagian Cornwall dan Devon serta memperpanjang peringatan kuning salju/es di sebagian besar Inggris, Wales, dan Skotlandia hingga Sabtu. Meskipun sebagian besar bandara dibuka kembali pada Jumat sore, maskapai memperingatkan adanya penundaan bergilir hingga akhir pekan saat pesawat dan kru dipindahkan.
National Grid mengembalikan listrik ke sebagian besar rumah yang terdampak dalam 24 jam, namun kawasan bisnis di Cornwall dan West Midlands masih gelap pada Jumat malam, sehingga permintaan dukungan generator meningkat. Institution of Occupational Safety and Health mengingatkan perusahaan bahwa cuaca ekstrem adalah “bahaya yang dapat diperkirakan” dan mendesak perusahaan untuk menguji rencana darurat sekarang, bukan saat badai berikutnya.
Tips praktis untuk manajer mobilitas meliputi menyimpan bukti keterlambatan untuk klaim asuransi, memeriksa batas hotel dan uang harian agar realistis selama gangguan, serta memastikan pengemudi mendapat pengarahan tentang protokol berkendara musim dingin. Para pelancong disarankan memantau aplikasi status penerbangan dan mengantisipasi kompensasi terbatas, karena cuaca ekstrem dikategorikan sebagai keadaan luar biasa menurut aturan EU261.
Sumber: VisaHQ Global Mobility News