
Pemerintah sayap tengah-kanan Finlandia meluncurkan langkah terbaru dalam kampanye mereka untuk memperketat imigrasi berbasis pendidikan. Pada 16 Januari, Kementerian Urusan Ekonomi dan Ketenagakerjaan merilis rancangan undang-undang yang memberi wewenang kepada Layanan Imigrasi Finlandia (Migri) untuk mencabut izin tinggal pelajar non-UE jika pemegangnya menerima satu kali pembayaran bantuan sosial dasar dari Kela. Masa konsultasi berlangsung hingga 27 Februari, dan setelah itu rancangan undang-undang ini diperkirakan akan dibahas di Parlemen pada sesi musim semi.
Menurut aturan yang berlaku, mahasiswa harus menunjukkan bukti kemampuan finansial saat mengajukan izin tinggal, namun pemantauan setelah keputusan masih dilakukan secara manual dan jarang berujung pada sanksi. Proposal baru ini memperkenalkan sistem otomatis yang menghubungkan data manfaat Kela dengan sistem pengelolaan kasus Migri, sehingga pembayaran bantuan sosial akan langsung memicu investigasi. Migri kemudian dapat mencabut izin tinggal dan meminta mahasiswa meninggalkan negara atau mengajukan status lain.
Pembuat kebijakan berargumen bahwa perubahan ini hanya menegakkan persyaratan mandiri secara finansial yang sudah ada dan mencegah pelamar yang tidak memiliki rencana pendanaan realistis. Namun, universitas dan kelompok bisnis memperingatkan bahwa aturan tanpa toleransi ini bisa merusak strategi Finlandia dalam menarik talenta, terutama di bidang teknik dan kesehatan yang mengalami kekurangan tenaga kerja serius. Mereka juga mempertanyakan apakah pembayaran darurat satu kali—yang sering diberikan setelah keterlambatan pembukaan rekening bank lokal—seharusnya berujung pada deportasi.
Jika disahkan, sistem pemantauan ini akan menjadi salah satu yang paling ketat di kawasan Schengen. Skema serupa di Denmark dan Belanda lebih fokus pada ketergantungan jangka panjang atau berulang, bukan insiden tunggal. Para pendukung hak digital sudah mempertanyakan bagaimana Migri akan melindungi data manfaat yang sensitif dan menjamin hak proses hukum bagi mahasiswa yang terdampak.
Bagi perusahaan multinasional, pesannya jelas: surat sponsor dan tambahan gaji untuk magang dan karyawan baru harus sangat kuat. Universitas sedang menyusun panduan yang mendorong mahasiswa baru untuk menjaga tabungan darurat dan mendokumentasikan kesulitan sementara yang mungkin memaksa mereka mencari bantuan. Pembatalan izin pertama bisa terjadi secepat musim gugur 2026, saat pemerintah ingin undang-undang ini mulai berlaku.
Menurut aturan yang berlaku, mahasiswa harus menunjukkan bukti kemampuan finansial saat mengajukan izin tinggal, namun pemantauan setelah keputusan masih dilakukan secara manual dan jarang berujung pada sanksi. Proposal baru ini memperkenalkan sistem otomatis yang menghubungkan data manfaat Kela dengan sistem pengelolaan kasus Migri, sehingga pembayaran bantuan sosial akan langsung memicu investigasi. Migri kemudian dapat mencabut izin tinggal dan meminta mahasiswa meninggalkan negara atau mengajukan status lain.
Pembuat kebijakan berargumen bahwa perubahan ini hanya menegakkan persyaratan mandiri secara finansial yang sudah ada dan mencegah pelamar yang tidak memiliki rencana pendanaan realistis. Namun, universitas dan kelompok bisnis memperingatkan bahwa aturan tanpa toleransi ini bisa merusak strategi Finlandia dalam menarik talenta, terutama di bidang teknik dan kesehatan yang mengalami kekurangan tenaga kerja serius. Mereka juga mempertanyakan apakah pembayaran darurat satu kali—yang sering diberikan setelah keterlambatan pembukaan rekening bank lokal—seharusnya berujung pada deportasi.
Jika disahkan, sistem pemantauan ini akan menjadi salah satu yang paling ketat di kawasan Schengen. Skema serupa di Denmark dan Belanda lebih fokus pada ketergantungan jangka panjang atau berulang, bukan insiden tunggal. Para pendukung hak digital sudah mempertanyakan bagaimana Migri akan melindungi data manfaat yang sensitif dan menjamin hak proses hukum bagi mahasiswa yang terdampak.
Bagi perusahaan multinasional, pesannya jelas: surat sponsor dan tambahan gaji untuk magang dan karyawan baru harus sangat kuat. Universitas sedang menyusun panduan yang mendorong mahasiswa baru untuk menjaga tabungan darurat dan mendokumentasikan kesulitan sementara yang mungkin memaksa mereka mencari bantuan. Pembatalan izin pertama bisa terjadi secepat musim gugur 2026, saat pemerintah ingin undang-undang ini mulai berlaku.
Sumber: Helsinki Times