
Filipina memberikan kejutan bagi wisatawan Tiongkok di Tahun Baru Imlek: kebijakan bebas visa sepihak yang mulai berlaku pada 16 Januari 2026 dan secara resmi dikonfirmasi oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Manila pada 22 Januari. Pemegang paspor biasa Republik Rakyat Tiongkok yang berkunjung untuk wisata atau bisnis kini dapat masuk melalui Bandara Internasional Ninoy Aquino di Manila atau Bandara Internasional Mactan-Cebu di Cebu dan tinggal hingga 14 hari per kunjungan tanpa harus mengurus visa terlebih dahulu. Masuk berkali-kali diperbolehkan selama masa uji coba 12 bulan, asalkan setiap kunjungan tidak melebihi batas 14 hari.
Keputusan ini merupakan langkah paling berani dalam kampanye Presiden Ferdinand Marcos Jr. untuk mengembalikan pariwisata masuk ke tingkat sebelum pandemi. Tiongkok adalah pasar pengunjung terbesar kedua bagi Filipina pada 2019, namun kedatangan masih 70 persen di bawah angka tersebut pada 2025 meski ada pemulihan pasca-Covid di Asia Tenggara lainnya. Pejabat memperkirakan pembebasan visa ini akan meningkatkan total kedatangan wisatawan Tiongkok daratan menjadi 1,4 juta pada 2026, menyuntikkan sekitar US$1,2 miliar ke sektor hotel, ritel, dan kasino.
Bagi perusahaan Tiongkok, manfaatnya lebih dari sekadar liburan pantai dan matahari. Sektor IT-BPO yang berkembang pesat di Metro Manila sangat bergantung pada kunjungan tim klien; cap 14 hari menghilangkan setidaknya dua minggu waktu tunggu dan sekitar ¥900 biaya konsuler per pelancong. UKM yang mengimpor bijih nikel Filipina atau mengekspor elektronik juga mendapat fleksibilitas karena eksekutif kini bisa melakukan inspeksi lokasi dengan pemberitahuan singkat tanpa harus menghadapi antrean visa yang terkenal lama di Manila.
Namun, masih ada kendala praktis. Masuk hanya dibatasi di NAIA dan MCIA, sehingga wisatawan yang langsung menuju pulau resor seperti Boracay harus tetap terhubung dengan penerbangan domestik. Pengunjung harus menunjukkan paspor yang berlaku minimal enam bulan, tiket lanjutan, akomodasi yang sudah dikonfirmasi, dan mengisi deklarasi e-Travel sebelum naik pesawat. Kedutaan Besar Tiongkok juga mengingatkan warganya bahwa untuk bekerja, belajar, dan tinggal jangka panjang tetap memerlukan visa Filipina yang sesuai, serta memperingatkan agar tidak melakukan “visa-running” atau aktivitas yang tidak sesuai dengan tujuan perjalanan.
Jika jumlah pengunjung meningkat tanpa masalah pelanggaran masa tinggal yang signifikan, pejabat Filipina memberi sinyal bahwa masa uji coba ini bisa diperpanjang atau diperluas ke bandara Davao dan Clark pada 2027. Langkah ini juga memberikan tekanan kompetitif pada Thailand, Malaysia, dan Vietnam—yang juga bersaing untuk pasar wisatawan Tiongkok—untuk memperdalam atau memperpanjang kebijakan bebas visa unilateral mereka.
Keputusan ini merupakan langkah paling berani dalam kampanye Presiden Ferdinand Marcos Jr. untuk mengembalikan pariwisata masuk ke tingkat sebelum pandemi. Tiongkok adalah pasar pengunjung terbesar kedua bagi Filipina pada 2019, namun kedatangan masih 70 persen di bawah angka tersebut pada 2025 meski ada pemulihan pasca-Covid di Asia Tenggara lainnya. Pejabat memperkirakan pembebasan visa ini akan meningkatkan total kedatangan wisatawan Tiongkok daratan menjadi 1,4 juta pada 2026, menyuntikkan sekitar US$1,2 miliar ke sektor hotel, ritel, dan kasino.
Bagi perusahaan Tiongkok, manfaatnya lebih dari sekadar liburan pantai dan matahari. Sektor IT-BPO yang berkembang pesat di Metro Manila sangat bergantung pada kunjungan tim klien; cap 14 hari menghilangkan setidaknya dua minggu waktu tunggu dan sekitar ¥900 biaya konsuler per pelancong. UKM yang mengimpor bijih nikel Filipina atau mengekspor elektronik juga mendapat fleksibilitas karena eksekutif kini bisa melakukan inspeksi lokasi dengan pemberitahuan singkat tanpa harus menghadapi antrean visa yang terkenal lama di Manila.
Namun, masih ada kendala praktis. Masuk hanya dibatasi di NAIA dan MCIA, sehingga wisatawan yang langsung menuju pulau resor seperti Boracay harus tetap terhubung dengan penerbangan domestik. Pengunjung harus menunjukkan paspor yang berlaku minimal enam bulan, tiket lanjutan, akomodasi yang sudah dikonfirmasi, dan mengisi deklarasi e-Travel sebelum naik pesawat. Kedutaan Besar Tiongkok juga mengingatkan warganya bahwa untuk bekerja, belajar, dan tinggal jangka panjang tetap memerlukan visa Filipina yang sesuai, serta memperingatkan agar tidak melakukan “visa-running” atau aktivitas yang tidak sesuai dengan tujuan perjalanan.
Jika jumlah pengunjung meningkat tanpa masalah pelanggaran masa tinggal yang signifikan, pejabat Filipina memberi sinyal bahwa masa uji coba ini bisa diperpanjang atau diperluas ke bandara Davao dan Clark pada 2027. Langkah ini juga memberikan tekanan kompetitif pada Thailand, Malaysia, dan Vietnam—yang juga bersaing untuk pasar wisatawan Tiongkok—untuk memperdalam atau memperpanjang kebijakan bebas visa unilateral mereka.
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Republik Rakyat Cina.Lebih Banyak Dari Republik Rakyat Cina
Lihat semua
Otoritas Lokal di Seluruh China Mulai Mengumpulkan Paspor Warga Biasa, Perketat Kontrol Keluar Negeri
Inggris Tingkatkan Standar Bahasa Inggris dan Konfirmasi Peluncuran Wajib ETA pada Februari—Pelamar dari Tiongkok Harus Bersiap