
Pada 22 Januari 2026, portal berita hukum *Legal Reader* merilis panduan lengkap berjudul “Langkah Hukum untuk Pindah ke Italia di Tahun 2026.” Meskipun bukan dokumen resmi pemerintah, artikel ini merangkum peraturan imigrasi terkini, aturan kuota, dan persyaratan residensi pajak dalam satu daftar periksa yang ditujukan bagi karyawan yang dipindahkan perusahaan dan individu dengan kekayaan tinggi.
Panduan ini menjelaskan bahwa warga negara non-Uni Eropa harus:
1. Mendapatkan visa tinggal jangka panjang yang sesuai dengan tujuan tinggal (bekerja, wiraswasta, tempat tinggal pilihan, dll.).
2. Mengajukan permohonan izin tinggal dalam waktu delapan hari kerja setelah kedatangan.
3. Memperoleh *codice fiscale* (kode pajak) sejak awal, karena diperlukan untuk urusan perumahan, perbankan, dan pendaftaran layanan kesehatan.
4. Mendaftar di kantor pemerintahan lokal (*anagrafe*) untuk mendapatkan akses ke layanan kesehatan nasional dan layanan lainnya.
5. Menyusun urutan langkah pajak dan residensi dengan cermat agar dapat memanfaatkan insentif seperti skema *impatriati* atau bonus pajak digital-nomad yang akan datang.
Bagi tim HR, artikel ini berfungsi sebagai panduan kepatuhan terbaru yang dapat dimasukkan ke dalam buku panduan relokasi. Penulis memperingatkan bahwa kesalahan dalam penjadwalan—misalnya terlambat mengajukan izin tinggal—dapat menggagalkan penugasan dan menyebabkan denda. Perusahaan disarankan untuk mengaudit penyedia visa pihak ketiga guna memastikan prosedur sesuai dengan urutan hukum yang dijelaskan dalam artikel.
Panduan ini menjelaskan bahwa warga negara non-Uni Eropa harus:
1. Mendapatkan visa tinggal jangka panjang yang sesuai dengan tujuan tinggal (bekerja, wiraswasta, tempat tinggal pilihan, dll.).
2. Mengajukan permohonan izin tinggal dalam waktu delapan hari kerja setelah kedatangan.
3. Memperoleh *codice fiscale* (kode pajak) sejak awal, karena diperlukan untuk urusan perumahan, perbankan, dan pendaftaran layanan kesehatan.
4. Mendaftar di kantor pemerintahan lokal (*anagrafe*) untuk mendapatkan akses ke layanan kesehatan nasional dan layanan lainnya.
5. Menyusun urutan langkah pajak dan residensi dengan cermat agar dapat memanfaatkan insentif seperti skema *impatriati* atau bonus pajak digital-nomad yang akan datang.
Bagi tim HR, artikel ini berfungsi sebagai panduan kepatuhan terbaru yang dapat dimasukkan ke dalam buku panduan relokasi. Penulis memperingatkan bahwa kesalahan dalam penjadwalan—misalnya terlambat mengajukan izin tinggal—dapat menggagalkan penugasan dan menyebabkan denda. Perusahaan disarankan untuk mengaudit penyedia visa pihak ketiga guna memastikan prosedur sesuai dengan urutan hukum yang dijelaskan dalam artikel.
Sumber: Legal Reader