1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. India
  4. /
  5. Daftar Periksa Terakhir: Hal yang Perlu Diketahui Wisatawan Internasional tentang Kartu e-Kedatangan Baru India

Daftar Periksa Terakhir: Hal yang Perlu Diketahui Wisatawan Internasional tentang Kartu e-Kedatangan Baru India

Mar 31, 2026
·
Daftar Periksa Terakhir: Hal yang Perlu Diketahui Wisatawan Internasional tentang Kartu e-Kedatangan Baru India
Travel and Tour World memberikan panduan khusus bagi operator tur mengenai peluncuran e-Arrival Card di India. Berbeda dengan banyak otorisasi perjalanan elektronik lainnya, kartu ini tidak menggantikan visa; melainkan melengkapi kategori e-Visa, visa stiker, atau bebas visa yang sudah ada. Wisatawan dari Inggris, Uni Eropa, Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan lebih dari 160 negara lainnya harus menyelesaikan dua proses online terpisah—visa dan e-Arrival Card—sebelum keberangkatan.

Situs ini juga menjelaskan kesalahan umum yang ditemukan selama pilot pada Februari lalu. Salah satunya adalah nama tengah harus diisi persis seperti yang tertera di paspor, jika tidak, kode QR akan ditolak oleh gerbang otomatis di Delhi dan Hyderabad. Selain itu, setiap anggota keluarga—termasuk bayi—harus mengajukan kartu secara terpisah, meskipun orang tua dapat menggunakan satu akun untuk mengajukan beberapa kartu.

Daftar Periksa Terakhir: Hal yang Perlu Diketahui Wisatawan Internasional tentang Kartu e-Kedatangan Baru India


Artikel ini juga mencatat bahwa operator tur kelompok dapat mengunggah daftar penumpang secara massal melalui API, namun akses harus diminta satu minggu sebelumnya. Kapal pesiar yang singgah di Cochin dan Goa menyambut baik fitur ini, karena pengumpulan kartu manual sebelumnya menambah waktu clearance di darat lebih dari dua jam pada musim lalu.

Bagi perusahaan, hal terpenting adalah waktu pengajuan: kartu hanya bisa diajukan dalam 120 jam sebelum jadwal kedatangan. Wisatawan dengan tiket fleksibel disarankan menunggu hingga jadwal penerbangan final untuk menghindari pengisian ulang data jika PNR berubah. Agen perjalanan korporat pun mulai mengirim pengingat otomatis lewat email pada 120 dan 48 jam sebelum kedatangan untuk mengantisipasi risiko ini.

Terakhir, artikel ini menyoroti isu perlindungan data. Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Digital India 2025 mengharuskan pembatasan tujuan yang jelas; pejabat Bank of India menyatakan data kartu kedatangan akan dihapus setelah 180 hari kecuali terkait penyelidikan penegakan hukum. Sampai jaminan ini diatur secara resmi, tim kepatuhan disarankan mencatat isu ini dalam register privasi internal.
Sumber: Travel And Tour World

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×