
Mulai 1 April, pelancong dari negara-negara Program Pembebasan Visa (VWP) yang mengajukan permohonan secara online untuk Sistem Elektronik Otorisasi Perjalanan AS (ESTA) akan menghadapi tampilan unggah foto yang sangat berbeda. Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) kini menampilkan pop-up yang memandu pemohon melalui aturan pencahayaan ala studio, latar belakang, dan framing, serta tidak akan membiarkan mereka melanjutkan hingga selfie memenuhi semua persyaratan. Perubahan ini bertujuan mengurangi ribuan gambar berkualitas rendah yang memperlambat proses pemeriksaan manual dan, yang lebih mengkhawatirkan, memblokir semakin banyak upaya penipuan yang menggunakan foto yang diubah atau dihasilkan oleh AI.
CBP telah menguji teknologi serupa di aplikasi mobile-nya selama setahun terakhir; penerapan pada situs web menandai konvergensi skala besar pertama dari kedua platform tersebut. Bagi pelancong bisnis, perubahan ini bukan sekadar kosmetik. Perusahaan yang memesan perjalanan secara massal melalui portal manajemen perjalanan sering mengajukan data ESTA atas nama karyawan. Sebelumnya, selfie beresolusi rendah bisa diganti dalam hitungan detik; sekarang aplikasi akan otomatis timeout jika foto gagal verifikasi, memaksa pelancong mengulang proses dari awal.
Konsultan imigrasi sudah menyarankan perusahaan untuk menyiapkan selfie “siap ESTA” dengan kualitas paspor dalam paket dokumen pra-perjalanan standar dan mengajukan permohonan lebih awal—terutama menjelang acara besar seperti Piala Dunia FIFA 2026 yang diperkirakan akan membebani sistem. Pembaruan ini mengisyaratkan persyaratan yang akan semakin ketat. Pejabat DHS mengusulkan tangkapan wajah langsung wajib melalui aplikasi CBP One atau ESTA, pengungkapan akun media sosial selama lima tahun terakhir, serta pertanyaan tambahan tentang riwayat keluarga. Langkah-langkah ini kemungkinan baru akan diterapkan setelah pertengahan 2026, namun perubahan kecil kemarin menunjukkan bahwa AS secara bertahap bergerak menuju model pra-perjalanan berbasis biometrik dan risiko penuh, mirip dengan ETIAS yang akan datang di Uni Eropa.
Biaya juga terus naik. Mulai 1 Januari, biaya ESTA naik dari US$40,00 menjadi US$40,27 untuk menyesuaikan inflasi rutin pada komponen pengelolaan sistem CBP. Kenaikan 27 sen memang kecil, namun manajer mobilitas mencatat biaya ini terus meningkat seiring volume permohonan bertambah, menandakan kemungkinan kenaikan biaya lebih lanjut seiring penerapan sistem biometrik yang lebih canggih.
Tips praktis: (1) pastikan pelancong mengambil selfie terbaru dengan kualitas paspor dan latar belakang polos, (2) beri jeda minimal 72 jam antara pengajuan ESTA dan keberangkatan untuk mengantisipasi pengunggahan ulang, dan (3) ingatkan staf bahwa ESTA bersifat opsional selama mereka tidak melebihi masa tinggal, mengubah status, atau melanggar aturan imigrasi AS—setelah itu, visa B-1/B-2 penuh mungkin diperlukan.
CBP telah menguji teknologi serupa di aplikasi mobile-nya selama setahun terakhir; penerapan pada situs web menandai konvergensi skala besar pertama dari kedua platform tersebut. Bagi pelancong bisnis, perubahan ini bukan sekadar kosmetik. Perusahaan yang memesan perjalanan secara massal melalui portal manajemen perjalanan sering mengajukan data ESTA atas nama karyawan. Sebelumnya, selfie beresolusi rendah bisa diganti dalam hitungan detik; sekarang aplikasi akan otomatis timeout jika foto gagal verifikasi, memaksa pelancong mengulang proses dari awal.
Konsultan imigrasi sudah menyarankan perusahaan untuk menyiapkan selfie “siap ESTA” dengan kualitas paspor dalam paket dokumen pra-perjalanan standar dan mengajukan permohonan lebih awal—terutama menjelang acara besar seperti Piala Dunia FIFA 2026 yang diperkirakan akan membebani sistem. Pembaruan ini mengisyaratkan persyaratan yang akan semakin ketat. Pejabat DHS mengusulkan tangkapan wajah langsung wajib melalui aplikasi CBP One atau ESTA, pengungkapan akun media sosial selama lima tahun terakhir, serta pertanyaan tambahan tentang riwayat keluarga. Langkah-langkah ini kemungkinan baru akan diterapkan setelah pertengahan 2026, namun perubahan kecil kemarin menunjukkan bahwa AS secara bertahap bergerak menuju model pra-perjalanan berbasis biometrik dan risiko penuh, mirip dengan ETIAS yang akan datang di Uni Eropa.
Biaya juga terus naik. Mulai 1 Januari, biaya ESTA naik dari US$40,00 menjadi US$40,27 untuk menyesuaikan inflasi rutin pada komponen pengelolaan sistem CBP. Kenaikan 27 sen memang kecil, namun manajer mobilitas mencatat biaya ini terus meningkat seiring volume permohonan bertambah, menandakan kemungkinan kenaikan biaya lebih lanjut seiring penerapan sistem biometrik yang lebih canggih.
Tips praktis: (1) pastikan pelancong mengambil selfie terbaru dengan kualitas paspor dan latar belakang polos, (2) beri jeda minimal 72 jam antara pengajuan ESTA dan keberangkatan untuk mengantisipasi pengunggahan ulang, dan (3) ingatkan staf bahwa ESTA bersifat opsional selama mereka tidak melebihi masa tinggal, mengubah status, atau melanggar aturan imigrasi AS—setelah itu, visa B-1/B-2 penuh mungkin diperlukan.
Sumber: Travelobiz