
Kertas Perintah Dewan Bangsawan besok mengonfirmasi bahwa dua mosi lintas-bangku akan berupaya membatalkan beberapa aspek dari Pernyataan Perubahan terbaru pemerintah terhadap Aturan Imigrasi (HC 1691). Lord German akan berargumen bahwa reformasi tersebut gagal menghadirkan “rencana yang kredibel” untuk mengurangi tumpukan permohonan suaka dan menutup akomodasi hotel yang mahal, sementara Lord Dubs akan menyoroti dampak pengurangan masa izin tinggal bagi pengungsi serta ketiadaan penilaian kesetaraan dan hak anak. Paket perubahan aturan tanggal 5 Maret memperketat pemeriksaan kepatuhan gaji untuk Pekerja Terampil, mempersingkat masa izin tinggal untuk sebagian besar jalur pengungsi dari lima menjadi empat tahun, dan memperluas Skema Izin Ukraina. Sponsor HR menghadapi kewajiban baru mulai 8 April untuk memastikan gaji minimum terpenuhi setiap periode pembayaran, bukan rata-rata tahunan—meningkatkan risiko penangguhan lisensi akibat kesalahan penggajian. Meskipun mosi penyesalan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat, hal ini menandakan kekhawatiran parlemen yang meningkat atas beban operasional bagi pemberi kerja dan dampak kemanusiaan pada migran rentan. Debat ini diperkirakan akan memicu pengawasan rinci terhadap peraturan sekunder yang akan datang, termasuk regulasi biaya dan reformasi ‘Penyelesaian Berbasis Penghasilan’ yang dijanjikan. Tim mobilitas global disarankan memantau sesi Dewan Bangsawan untuk kemungkinan konsesi. Para bangsawan mungkin mendesak menteri untuk menerbitkan penilaian dampak kesetaraan dan menunda pelaksanaan pemantauan periode gaji hingga alat pelaporan Sistem Manajemen Sponsor yang ditingkatkan tersedia. Setiap amandemen dapat mengurangi risiko kepatuhan bagi sponsor dan melonggarkan pembatasan yang direncanakan pada kasus reuni keluarga. Dengan pemilihan umum yang semakin dekat, isu imigrasi tetap menjadi topik politik yang sensitif. Debat di Dewan Bangsawan menegaskan bahwa meskipun aturan sudah berlaku, tekanan parlemen dapat mengubah detail kebijakan. Pemberi kerja disarankan menyiapkan briefing dan menjaga komunikasi dengan badan industri seperti CBI dan TechUK, yang tengah melobi agar jadwal penegakan aturan lebih pragmatis.
Sumber: UK Parliament Order Paper